Jelang Pilkada Serentak 2024, 2.300 Warga Cimahi Belum Lakukan Perekaman KTP-el
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Cimahi terus kebut perekaman Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el) mendekati Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) pada 27 November 2024
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Cimahi - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Cimahi terus kebut perekaman Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el) mendekati Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) pada 27 November 2024.
Setidaknya sebanyak 2.300 lebih warga Kota Cimahi belum melakukan perekaman KTP el.
"Data cut off sampai 20 September 2024 itu ada 2.300 warga yang belum melakukan perekaman," kata Kepala Bidang Pendataan dan Pendaftaran Penduduk Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Cimahi, Chaeruddin Djoeharie belum lama ini.
Chaeruddin menjelaskan, data warga yang belum melakukan perekaman KTP-el itu didominasi pemilih pemula atau Gen Z.
"Kebanyakan memang pemilih pemula atau yang baru berusia 17 tahun yang belum perekaman ini," jelasnya.
"Ada juga yang sudah wajib KTP tapi belum perekaman," imbuhnya.
Chaeruddin memastikan, Disdukcapil Kota Cimahi bakal terus melakukan percepatan perekaman agar semua warga yang sudah memiliki syarat memilih bisa menyalurkan hak suaranya pada Pilkada nanti.
"Kami upayakan perekaman ini rampung sebelum Pilkada 2024. Tapi data yang 2.300 itu belum bersih, karena bisa saja ada yang pindah, ada NIK ganda dan sebagainya," paparnya.
Chaeruddin menyebut, Disdukcapil Kota Cimahi melakukan berbagai inovasi pelayanan untuk mempercepat perekaman KTP-el.
Menurutnya, dari mulai jemput bola ke setiap kelurahan, sekolah hingga pelayanan saat weekend atau hari libur.
"Kami pun bekerjasama dengan pihak sekolah, kelurahan, RW dan RT," sebutnya.
"Weekend kita gak libur, tetep buka pelayanan. Kita jemput bola, misalnya kita pusatkan di kelurahan nanti warganya datang untuk perekaman. Kita juga datang langsung ke sekolah," bebernya.
Kendati demikian, Chaeruddin menyayangkan belum sepenuhnya warga memiliki kesadaran untuk segera melakukan perekaman KTP-el.
Padahal, pihaknya telah menyebarkan surat pemanggilan melalui RT dan RW setempat.
"Kendala yang kita hadapi masyarakatnya yang belum semuanya datang ke kelurahan untuk perekaman. Padahal prosesnya cepat, kalau perekaman di jemput bola itu misalnya hari ini perekaman, besoknya bisa dicetak dan diambil. Kalau perekaman di Disdukcapil paling 5 menit," bebernya.
Dengan adanya inisiatif jemput bola perekaman KTP el ini, Chaeruddin berharap pemilih pemula bisa menyalurkan hak pilihnya di Pilkada 2024. Apalagi, partisipasi dari pemilih pemula yang masuk kategori Gen Z sangat dibutuhkan di pesta demokrasi lima tahunan itu.
"Pemula ini merupakan warga yang baru berumur 17 tahun, sehingga dengan terdaftar biodata, kami berikan haknya berupa KTP. Maka pada saat Pilkada bisa menyalurkan hak pilihnya," ujarnya.
Sementara itu, terkait dengan ketersediaan blanko KTP-el, pihaknya memastikan jumlahnya cukup untuk memenuhi kebutuhan warga Kota Cimahi khususnya pemilih pemula. https://dad.tu.edu.iq/
Apabila ketersediannya menipis, pihaknya pun bakal langsung berkoordinasi sengan pemerintah pusat.
"Kalau blanko alhamdulillah masih aman, masih mencukupi ada sekitar 5 ribu keping. Kalau nanti habis kita ajukan permintaan lagi ke pemerintah pusat," sebutnya.***
Editor : Ahmad Sayuti
