Jelang Ramadan Tahun Ini, Halimah Munawir Luncurkan Buku Puisi Keagungan Kota Suci

Pengalaman ibadah haji dan umrah sejak 1995 hingga 2025, Halimah Munawir menuangkan karya sastra dalam 45 puisi dalam buku puisi berjudul Keagungan Kota Suci.

Jelang Ramadan Tahun Ini, Halimah Munawir Luncurkan Buku Puisi Keagungan Kota Suci
Halimah Munawir menuangkan karya sastra dalam 45 puisi dalam buku puisi berjudul Keagungan Kota Suci. (reza zurifwan)

INILAHKORAN.ID - Pengalaman ibadah haji dan umrah sejak 1995 hingga 2025, Halimah Munawir menuangkan karya sastra dalam 45 puisi dalam buku puisi berjudul Keagungan Kota Suci. 

"Alhamdulillah, buku puisi Keagungan Kota Suci sudah diterbitkan. Buku ini adalah kumpulan puisi ketika saya menjalani ibadah haji dan umrah, sejak 1995 hingga 2025," kata Halimah Munawir kepada wartawan di Rumah Budaya HMA di Desa Kuta, Megamendung, Kabupaten Bogor, Senin 16 Februari 2026.

Tak hanya diterbitkan dalam bahasa Indonesia, buku Keagungan Kota Suci itu pun dialihbahasakan ke sejumlah bahasa. Yakni, bahasa Sunda, bahasa Inggris, dan bahasa Arab yang sangat menginspirasi dirinya untuk lebih dalam mengenal sastra.

Saat di Makkah, dia pun terinspirasi satu wanita yang berhasil mendanai pembangunan "Darb Zubaidah", jalur air dan fasilitas peziarah dari Baghdad ke Mekah yaitu Zubaidah binti Ja'far (wafat 831 M) adalah permaisuri kesayangan Khalifah Harun al-Rasyid dari Dinasti Abbasiyah.

"Dari 45 puisi, saya pun menulis puisi tentang Zubaidah permaisuri Khalifah Harun al-Rasyid dari Dinasti Abbasiyah, yaitu Air Mata Zubaidah," sambungnya

Dia menambahkan, buku puisi Keagungan Kota Suci sebelumnya juga sudah diluncurkan di Kairo, Mesir dan buku tersebut bisa dibaca di Perpustakaan Alexandria, Mesir.

"Luar biasa. Di Mesir, buku masih sangat dihargai dan mereka tidak begitu menyukai buku digital," tambahnya.

Atase Pendidikan Dan Kebudayaan, Kedutaan Indonesia untuk Mesir yaitu Abdul Muta'ali menuturkan Buku puisi Keagungan Kota Suci sangat luar biasa karena kata-katanya keluar dari jiwa dan lubuk hati yang dalam.

Abdul berharap bangsa ini menjadikan sastra sebuah budaya Indonesia yang bisa merangkul kebhinekaan dan perbedaan, baik agama, suku dan lainnya.

"Puisi bisa merawat kebhinekaan Indonesia yang terdiri dari banyak suku, agama dan lainnya oleh karena itu puisi harus menjadi budaya Indonesia, dan puisi karya Halimah Munawir sangat bagus karena aliran atau genrenya religi, dimana alam itu diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa dan itu juga sesuai dengan Sila ke satu Pancasila," harap Abdul.


Editor : Doni Ramdhani