Sambil Berteater, Halimah Munawir dan Budayawan Bogor Undang Dedi Mulyadi Mampir ke Rumah Budaya HMA
Halimah Munawir pemilik Rumah Budaya HMA di Desa Kuta, Megamendung Kabupaten Bogor mengumpulkan budayawan Bogor Raya di kediamannya.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bogor - Halimah Munawir pemilik Rumah Budaya HMA di Desa Kuta, Megamendung Kabupaten Bogor mengumpulkan budayawan Bogor Raya di kediamannya.
Budayawan dan seniman yang hadir bergerak di bidang pelukis, pemain teater, seniman jalanan, sastrawan dan ibu-ibu pelaku pelestari kain kebaya.
Halimah Munawir dalam sambutannya menuturkan, berkumpulnya para budayawan ini bertemakan dari kita untuk kita. Momentum ini pun dibungkus Halimah Munawir dengan Halal Bihalal, sambil bersilaturrahmi serta saling maaf dan memaafkan diantara sesama pelaku seni.
"Halal bihalal ini setahu saya cuma ada di Indonesia dan menjadi tradisi tersendiri, hari ini, sesama budayawan selain bersilaturrahmi, di Bulan Syawal ini mari kita saling maaf-memaafkan," tutur Halimah Munawir kepada wartawan, Rabu 16 April 2025.
Ia menuturkan, dengan silaturrahmi maka budayawan Bogor Raya akan semakin guyub.
Apalagi, kedepan Rumah Budaya HMA akan mengadakan event-event kesenian seperti kolaborasi musik jazz dengan musik tradisi, pameran lukisan batu, taeter musikal dan lain sebagainya.
"Semoga ke depan, Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi (KDM) mau mampir ke Rumah Budaya HMA. Seperti yang ditampilkan oleh Sanggar Jangkar Jiwa, dimana didalam adegan teater, dan salah satu aktornya yaitu Heri Cokrl melukis wajah KDM disaat tampil di depan para budayawan," tuturnya.
Heri Cokro, aktor dan sekaligus pemilik Sanggar Jangkar Jiwa menjelaskan bahwa saat ini Jawa Barat dipimpin gubernur yang luar biasa.
Pria asli Cilacap, Jawa Tengah ini pun berharap Dedi Mulyadi tidak kehilangan jati dirinya dan tetap konsisten peduli terhadap rakyat kecil dan bangsanya.
"Mumpung kita diberi anugerah pemimpin yang memahami jati diri dan konsisten peduli terhadap rakyat kecil serta bangsanya, kita harus terus melestarikan budaya Sunda dan budaya Indonesia sebagai bagian dari jati diri kita," jelas Heri Cokro.
Editor : Doni Ramdhani

