Jelang Ramadhan 1445 Hijrah, Pemkot Cimahi Alokasikan 30 Ton Beras Melalui OPM
Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi melalui Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil Dan Menengah dan Perindustrian (Disdagkoperind) kembali menggelar operasi pasar murah (OPM) jelang bulan suci Ramadhan 1445 Hijriah.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Cimahi - Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi melalui Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil Dan Menengah dan Perindustrian (Disdagkoperind) kembali menggelar operasi pasar murah (OPM) jelang bulan suci Ramadhan 1445 Hijriah.
Selain menyambut bulan suci Ramadhan 1445 Hijriah, pelaksanaan OPM ini dilakukan menyusul meroketnya harga beras di sejumlah pasar tradisional di Kota Cimahi.
"OPM ini rencananya bakal dihelat di setiap kecamatan di Kota Cimahi dengan alokasi beras sebanyak 30 ton. Serta, 400 pack beras untuk setiap kelurahan," kata Pj Wali Kota Cimahi, Dicki Saromi di Gedung Technopark, Selasa 27 Februari 2024.
Dicky menyebut, pihaknya telah menetapkan harga jual beras sebesar Rp 53.000 per 5 kilogram sesuai dengan harga di Gudang Bulog. Termasuk, menerapkan mekanisme distribusi yang disederhanakan.
"Jadi masyarakat yang telah mendaftar melalui RT/RW tidak perlu lagi mengantre karena pembayaran telah dilakukan kepada pihak kelurahan. Sehingga saat beras tiba, masyarakat tinggal mengambilnya tanpa kesulitan," sebutnya.
Kendati demikian, Dicky mengakui pelaksanaan OPM yang dilaksanakan pihaknya masih belum sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Namun, pihaknya merasa kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan panggilan hati untuk membantu warganya.
"Kami berencana bakal mengadakan serangkaian OPM dan bazar murah jelang bulan suci Ramadhan 1445 Hijriah," paparnya.
"Selain itu, kami akan menjalin kerja sama dengan Bulog guna memastikan kegiatan ini tidak hanya bersifat situasional, namun juga dilaksanakan secara rutin setiap bulannya di setiap wilayah," sambungnya.
Tak hanya itu, pihaknya pun memastikan stok beras di Kota Cimahi masih aman baik di gudang Bulog maupun di pasar meski harga beras saat ini tengah meroket.
Namun, sambung Dicky, bagi penerima OPM yang telah menerima bantuan bakal mengikuti pola bergiliran untuk mendapatkan bantuan selanjutnya. Dengan begitu, semua masyarakat dapat merasakan manfaat dari distribusi beras yang adil.
"Untuk penerima OPM yang sudah. Selanjutnya tidak mendapatkan lagi dan harus bergiliran. Itu dilakukan agar semua masyarakat bisa mendapatkan beras murah," tandasnya. *** (agus satia negara)
Editor : JakaPermana

