JNE Dorong Pertumbuhan e-Commerce

PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) semakin meningkatkan pertumbuhan e-commerce. Seiring perkembangan teknologi informatika, e-commerce menjadi alternatif menjalankan bisnis. Dari sekian banyak bisni

JNE Dorong Pertumbuhan e-Commerce
INILAH, Bandung - PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) semakin meningkatkan pertumbuhan e-commerce. Seiring perkembangan teknologi informatika, e-commerce menjadi alternatif menjalankan bisnis. Dari sekian banyak bisnis e-commerce itu, ritel diakui memenangkan peluang usaha yang ada.
 
Deputy Director e-Commerce & Partnership JNE Mayland Hendar Prasetyo mengatakan, setiap tahun pertumbuhan jual-beli online itu terus tumbuh signifikan. Pertumbuhan itu pun berdampak pada growth perusahaan logistik.
 
“Tiap tahun, growth kita sekitar 20-30%. Pertumbuhan itu stabil tiap tahun. Untuk itu, untuk terus tumbuh bersama kita fokus untuk mengembangkan e-commerce yang mayoritas merupakan pelaku UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah),” kata Mayland saat press conference tentang Festival Bandung Lautan Kreatif (Balarea) 2019 di Bandung, Kamis (4/4).
 
Guna menggenjot pertumbuhan tersebut, JNE Bandung berkolaborasi dengan para pelaku UMKM menghadirkan Festival Balarea 2019. Gelaran perdana itu mengusung tema “Festival Kreasi Urang Bandung, untuk Mendorong UKM Ciptakan Peluang Usaha di Era 4.0.” Festival akan digelar pada Sabtu ( 6/4) mendatang di Cihampelas Walk. Sejumlah kegiatan menarik ditawarkan untuk menumbuhkan minat usaha produktif di kalangan masyarakat. 
 
Dia menyebutkan, industri kreatif diproyeksikan menjadi penopang utama ekspor Indonesia pada masa mendatang di tengah pesatnya perkembangan ekonomi digital. Di sisi lain, industri logistik juga tumbuh positif karena pemindahan barang dari produsen ke konsumen membutuhkan logistik yang efisien dan tepat waktu.
 
“Hal inilah yang mendorong JNE untuk terus mendukung para pelaku UMKM selaku pelaku industri kreatif untuk dapat terus meningkatkan kemampuan dan kreatifitas. Sehingga dapat menciptakan peluang usaha, dapat bersaing di pasar global, serta menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” ujarnya.
 
Mayland menyebutkan, berbagai program pengembangan usaha. Setelah sukses menggelar 15 seminar serta pelatihan, sejauh ini JNE Bandung berhasil menggandeng lebih dar 1.500 pelaku UMKM untuk mendapatkan informasi, motivasi, dan pelatihan. Sejak awal pendiriannya, JNE  mendukung sektor UMKM untuk diorbitkan ke tingkat nasional. Pada Agustus tahun lalu, pihaknya bekerja sama dengan salah satu marketplace memilih 10 pelaku UMKM guna dibina agar bisa maju ke level nasional hingga internasional. 
 
“Kuncinya adalah user. Selama ini, barang yang dijual secara online itu sekitar 7-10% produk sendiri. Justru, paling banyak sekitar 90% itu merupakan produk luar negeri,” tambahnya. 
 
Selain terus mengembangkan jaringan, pihaknya pun melakukan peningkatan di bidang teknologi informasi, infrastruktur, dan sumber daya manusia (SDM) terus dikembangkan demi mendorong pengembangan para pelaku kreatif dan UKM di tengah revolusi industri 4.0.
“Sejauh ini, tanda-tanda kekuatan ekonomi kreatif nasional mulai terlihat. Data dari Bekraf (Badan Ekonomi Kreatif) mencatat ekspor produk ekonomi kreatif Indonesia pada 2016 mengalami peningkatan 3,23% menjadi US$20 miliar dibandingkan tahun sebelumnya,” jelasnya. 
 
Seperti diketahui, sejauh ini JNE memiliki sekitar 7.000 titik layanan se-Indonesia. Sebagai market leader perusahaan logistik, kapabilitas JNE mengirimkan paket saat ini sebanyak 21 juta paket per bulan.
 
Sedangkan, Branch Manager JNE Bandung Iyus Rustandi menyebutkan Festival Balarea 2019 itu untuk mendorong pelaku UMKM menjawab tantangan serta menciptakan peluang usaha. Dia menyebutkan, tujuan festival itu agar para pelaku usaha makin jeli melihat peluang karena didukung segala sektor.
 
“Di festival ini kita menghadirkan semua stakeholders yang terlibat. Mulai dari pemerintah, asosiasi, komunitas UMKM, dan tentunya sistem logistik yang efisien serta tepat waktu. Kegiatan ini juga sebagai puncak dari rangkaian program JNE Bandung untuk menyampaikan pesan tentang pentingnya mendorong ekonomi digital di kalangan generasi milenial,” ucapnya.
 
Sementara itu, Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Jabar Jodi Janitra menyebutkan pihaknya gencar mendorong para pelaku usaha untuk selalu mengikuti zaman dalam berusaha. Terlebih, saat ini mengemuka konsep revolusi industri 4.0 yang mengedepankan otomatisasi.
 
“Untuk bisa menghadapi revolusi industri 4.0 itu, para pelaku usaha harus sebisa mungkin mengikutinya. Jangan menghindari perubahan yang pasti terjadi dan selalu ada. Kalau tidak bisa mengikuti, pelaku usaha harus siap tergilas zaman,” ucap Jodi.


Editor : inilahkoran