Jokowi Gagal Penuhi Janji 7 Persen, Sandiaga Optimistis 6,5 Persen

Lima tahun memimpin, Joko Widodo-Jusuf Kalla gagal mewujudkan janjinya, meningkatkan pertumbuhan ekonomi 7 persen. Jika diberi amanat, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno akan mendongkrak pertumbuhan jadi 6

Jokowi Gagal Penuhi Janji 7 Persen, Sandiaga Optimistis 6,5 Persen
INILAH, Balikpapan – Lima tahun memimpin, Joko Widodo-Jusuf Kalla gagal mewujudkan janjinya, meningkatkan pertumbuhan ekonomi 7 persen. Jika diberi amanat, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno akan mendongkrak pertumbuhan jadi 6,5 persen.
 
Saat ini, kisaran rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional selama hampir lima tahun kepemimpinan Jokowi-JK adalah 5 persen. Masih jauh dari janji kampanye mereka pada 2014 lalu, yakni 7 persen.
 
Sandiaga Uno menyebutkan jika diberi amanat memimpin Indonesia, dia yakin bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi 6,5 persen di tahun pertama.
 
“Saya meyakini jika dikelola dengan kuat bersama Prabowo-Sandi, kita bisa tumbuh 6,5 persen di tahun pertama pemerintahan,” kata Sandiaga di Pasar Segar, Balikpapan, Kamis (4/4) malam usai melakukan pertemuan dengan para pengusaha dan milenial.
 
Dia berpendapat, jika pertumbuhan ekonomi di atas tujuh persen, bisa mejadi jaminan kelangsungan ekonomi dan tidak masuk jebakan negara berpenghasilan menengah (middle income trap).
 
Data terbaru Bank Pembangunan Asia (ADB) pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,2 persen, sementara target pertumbuhan ekonomi 7-8 persen.
 
“Hal ini disebabkan tidak adanya reformasi struktural. Bersama Prabowo-Sandi saya yakin (bisa), karena Pak Prabowo orangnya sangat tegas dan berani akan mengadakan pemerintahan yang kuat,” kata mantan Wagub DKI.
 
Bila reformasi struktural dilakukan maka ekonomi akan tumbuh dan UMKM akan berkembang, juga bisa mendorong ekspor kita kembali lagi terevitalisasi. Kemudian impor dikurangi terutama migas yang sekarang mendominasi dan lebih berpihak dengan kebijakan konsumsi serta investasi diyakini ekonomi tumbuh 6,5 persen. 
 


Editor : inilahkoran