Jumlah Jamaah Haji Asal Indonesia yang Meninggal Dunia Capai 128 Orang

Jumlah jamaah Haji asal Indonesia yang meninggal dunia berjumlah 128 orang sampai pada puncak Idul Adha di Indonesia

Jumlah Jamaah Haji Asal Indonesia yang Meninggal Dunia Capai 128 Orang
ilustrasi jamaah haji

INILAHKORAN.COM, Bandung - Jumlah jamaah Haji asal Indonesia yang meninggal dunia berjumlah 128 orang sampai pada puncak Idul Adha di Indonesia, Senin 17 Juni 2024 lalu.

Adapun, 128 orang jamaah Haji Indonesia yang meninggal dunia dengan rincian wafat di bandara 3 orang, di Madinah 18 orang, di Makkah 87 orang dan di Arafah 9 orang. Jemaah haji khusus yang wafat berjumlah 8 orang. 

Setelah menyelesaikan melempar jumrah di Aqabah dan Tahallul Awal, pada hari kedua di Mina, jemaah haji melanjutkan dengan melempar jumrah Ula, Wustha, dan Aqabah. 

Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) telah menetapkan jadwal untuk melempar jumrah bagi jemaah haji Indonesia pada tanggal 11 Zulhijah, dengan sesi waktu antara pukul 05.00 hingga 11.00 WAS, pukul 11.00 hingga 17.00 WAS, dan pukul 17.00 hingga 00.00 WAS.

Jemaah haji dapat menyesuaikan waktu melempar jumrah mereka pada sore hari atau malam, mempertimbangkan kondisi cuaca yang tidak terlalu panas atau lebih sejuk.

"PPIH mengingatkan jemaah agar mematuhi ketetapan waktu lontar jumrah yang telah ditentukan. Penetapan jadwal tersebut untuk meminimalisasi potensi risiko di tengah kepadatan jemaah di area lontar jumrah, serta semata untuk keselamatan jemaah,” terang Anggota Media Center Kementerian Agama Widi Dwinanda.

Menurut Widi, PPIH telah menempatkan petugas di sekitar area melempar jumrah untuk membimbing dan memastikan agar jemaah haji Indonesia melaksanakan prosesi tersebut dengan aman. Widi juga mengingatkan jemaah untuk selalu berada dalam rombongan regu atau kloter mereka saat pergi dari tenda Mina menuju jamarat, serta saat kembali.

Widi menyarankan agar tidak terburu-buru saat berjalan menuju jamarat, demi menghemat energi dan mempertimbangkan anggota rombongan lainnya, terutama jemaah wanita, disabilitas, dan lansia. Ia juga menegaskan pentingnya memastikan berada di jalur yang benar saat kembali ke tenda, mengikuti arus jemaah, dan patuh pada arahan petugas, ketua regu, atau ketua rombongan.

Selama aktivitas melempar jumrah, Widi menyarankan jemaah untuk membawa bekal minuman agar tetap terhidrasi. 

Jemaah juga diingatkan untuk selalu membawa identitas diri seperti paspor, visa, gelang tangan, dan identitas rombongan yang mudah dikenali oleh anggota rombongan lainnya.

Widi menekankan pentingnya saling membantu antarjemaah jika ada yang mengalami kesulitan, dan tidak ragu meminta bantuan dari petugas yang siaga di sepanjang jalur menuju jamarat. 

Selama di Mina, Widi menyarankan agar jemaah fokus dalam beribadah dengan memperbanyak zikir, mengingat Allah, mengagungkan Asma Allah, serta melakukan takbir, membaca Al-Qur'an, kalimat tauhid, dan wirid lainnya.


Editor : Firda Rachmawati