Dua WNI yang Terluka Akibat Serangan di Bandara Riyadh kini Sudah Pulih

Dua WNI yang terluka akibat serangan rudal di Bandara Internasional Arab Saudi dinyatakan pulih.

Dua WNI yang Terluka Akibat Serangan di Bandara Riyadh kini Sudah Pulih
Bandara internasional Arab Saudi saat diserang rudal.

INILAHKORAN, Bandung - Sampai saat ini serangan di Arab Saudi masih terus terjadi usai akhir pekan kemarin Bandara Internasional mereka diserang rudal hingga menyebabkan beberapa orang meninggal dunia dan puluhan lainnya terluka.

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI membenarkan dua warga negara Indonesia (WNI) menjadi korban dalam serangan terhadap Bandara Internasional Raja Khalid di Riyadh, Arab Saudi.

Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI Heni Hamidah menyampaikan bahwa Kemlu Arab Saudi, melaporkan adanya dua WNI yang mengalami luka ringan akibat serangan tersebut.

“Keduanya telah diperbolehkan pulang pada hari yang sama, 11 Oktober 2026,” tutur Heni.

Heni menyebut kedua korban tersebut teridentifikasi sebagai RM (45) dan ET (32) yang merupakan WNI dengan izin tinggal tetap di Arab Saudi. “Mereka bukan Jamaah Umrah,” tambahnya.

Meski tidak dirinci luka seperti apa yang dialami, diketahui keduanya dirawat di RS Sulaiman Habib di Riyadh.

Sebelumnya, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Riyadh, Arab Saudi, menyampaikan telah berkoordinasi langsung dengan otoritas setempat maupun korps diplomatik di Riyadh untuk memastikan kondisi keamanan setempat dan keselamatan WNI setelah serangan tersebut.

KBRI Riyadh berkoordinasi dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) yang anggotanya bekerja di berbagai rumah sakit di Riyadh serta komunitas WNI yang bekerja di Bandara Internasional Raja Khalid.

KBRI Riyadh juga telah memberikan bantuan kepada tiga pekerja migran Indonesia yang terdampak gangguan penerbangan di bandara Riyadh pada 11 Oktober 2026.***


Editor : Irma Nurfajri