Kemenhaj Minta Jamaah Umrah Hindari Lokasi Rawan saat Serangan Rudal Terjadi di Arab

Serangan rudal terjadi di Bandara Internasional di Arab Saudi, Kemenhaj minta jamaah umrah waspada.

Kemenhaj Minta Jamaah Umrah Hindari Lokasi Rawan saat Serangan Rudal Terjadi di Arab
Serangan rudal di Bandara Internasional Arab Saudi.

INILAHKORAN, Bandung - Saat ini viral di media sosial video yang memperlihatkan Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi, menjadi sasaran serangan rudal.

Atas kejadian tersebut, otoritas penerbangan sipil Arab Saudi melaporkan sedikitnya ada 12 orang meninggal dunia dan 309 orang lainnya terluka.

Menanghapi kekacauan yang tengah terjadi di Arab Saudi, Kementerian Haji dan umrah (Kemenhaj) mengimbau Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Arab Saudi, termasuk jamaah umrah, untuk menghindari lokasi atau area rawan menyusul perkembangan situasi keamanan di kawasan Timur Tengah.

Juru Bicara Kemenhaj Ichsan Marsha meminta WNI tetap tenang, menjaga keselamatan diri, serta mengikuti perkembangan informasi dari sumber resmi. 

Masyarakat juga diimbau membatasi aktivitas yang tidak mendesak, terutama di kawasan yang terdampak perkembangan situasi keamanan.

“Kami mengimbau WNI di Arab Saudi, termasuk jamaah umrah, untuk tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan," ujar Ichsan. 

"Hindari lokasi rawan, patuhi aturan yang berlaku, serta ikuti arahan otoritas setempat. Keselamatan harus menjadi prioritas,” kata Ichsan.

Ichsan mengingatkan WNI agar tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi dan tidak menyebarluaskan kabar yang berpotensi menimbulkan keresahan.

Masyarakat diminta mengutamakan informasi resmi dalam menentukan aktivitas maupun perjalanan selama berada di Arab Saudi.

Untuk jamaah umrah yang saat ini masih berada di Arab Saudi, Kemenhaj meminta agar tetap berkoordinasi dengan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU), memantau informasi perjalanan, serta mengikuti arahan keselamatan dari otoritas setempat.

Penyelenggara perjalanan umrah juga diminta untuk memastikan kondisi jamaah terpantau dan menyampaikan informasi penting secara berkala.

Sementara itu bagi jamaah umrahyang belum berangkat ke Arab Saudi, pemerintah mengimbau agar terus memantau perkembangan situasi dan informasi resmi terkait perjalanan.

Jamaah umrah diminta berkoordinasi dengan PPIU untuk memastikan jadwal, status penerbangan, serta kesiapan keberangkatan. 

Jamaah umrah juga diharapkan tidak mengambil keputusan berdasarkan informasi yang belum terverifikasi.

“Kami meminta jamaah yang belum berangkat untuk terus berkoordinasi dengan penyelenggara perjalanan dan memastikan informasi keberangkatan melalui sumber resmi," tutur Ichsan.

"Ikuti arahan pemerintah dan jangan ragu meminta penjelasan kepada penyelenggara apabila ada perubahan jadwal atau ketentuan perjalanan,” tambah Ichsan.***


Editor : Irma Nurfajri