Saudi Masih Diserang, Keberangkatan Jamaah Umrah Disarankan Pengamat untuk Ditunda
Pengamat menyarankan pemerintah untuk menunda terlebih dahulu keberangkatan jamaah umrah di tengah konflik Arab Saudi yang tengah terjadi.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Serangan rudal ke beberapa tempat di Arab Saudi termasuk Bandara Internasional mereka, masih terjadi hingga saat ini.
Pengamat Ekonomi Syariah dari Universitas Paramadina Imas Damayanti menyarankan kepada Pemerintah Indonesia untuk menunda sementara keberangkatan Jamaah Umrah.
Saran ini diungkapkan Imas menyusul eskalasi geopolitik di kawasan semenanjung Arab Saudi yang masih terus terjadi.
“Sebaiknya Pemerintah Indonesia tunda keberangkatan umrah bagi jamaah kita ke Saudi sampai situasi konflik mereda,” kata Imas.
Imas menilai konflik tersebut tak hanya mengganggu keamanan melainkan menjadi variabel pengganggu dalam lanskap ekonomi global.
Konflik yang terjadi antara Saudi-Houthi berdampak pada penyelenggaraan ibadah umrah di Arab Saudi, isu keamanan, dan juga ketidaknyamanan dalam beribadah akan membayangi jamaah umrah.
Jika dilihat dari sudut pandang ekonomi syariah, fenomena ini tidak hanya menuntut analisis makro ekonomi terkait kerugian materiil, tetapi juga memerlukan dekonstruksi fiqh al-awlawiyyat (fikih prioritas) berbasis kerangka Maqshid Syariah guna merumuskan kebijakan kemaslahatan publik yang mitigatif.
Sebagai negara yang berdaulat, Indonesia dinilai berkewajiban untuk melindungi warganya dari dampak konflik internasional yang mengintai.
Maka dari itu Imas meminta pemerintah untuk bersikap bijaksana dengan tak hanya memberikan peringatan bagi jamaah umrah untuk berhati-hati dalam melaksanakan umrah di Arab Saudi, tapi juga harus memberikan sikap tegas untuk melarang warganya berangkat menunaikan ibadah umrah.***
Editor : Irma Nurfajri
