Kades Cikahuripan Lembang Apresiasi Aksi Warga Tanam Pohon Pisang di Jalan Rusak, Oman Haryanto: Itu Hal yang Wajar

Aksi warga di sejumlah RW di Desa Cikahuripan, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang nekat menanami jalan rusak dengan pohon pisang mendapat dukungan dari Kepala Desa Cikahuripan Oman Haryanto.

Kades Cikahuripan Lembang Apresiasi Aksi Warga Tanam Pohon Pisang di Jalan Rusak, Oman Haryanto: Itu Hal yang Wajar
Menurutnya, aksi protes dengan menanam pohon pisang di jalan rusak dan berlubang itu merupakan hal yang wajar lantaran jalan kabupaten yang merupakan akses utama itu tak kunjung diperbaiki dan kerap memicu kecelakaan. (agus satia negara)

INILAHKORAN, Ngamprah - Aksi warga di sejumlah RW di Desa Cikahuripan, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang nekat menanami jalan rusak dengan pohon pisang mendapat dukungan dari Kepala Desa Cikahuripan Oman Haryanto.

Menurutnya, aksi protes dengan menanam pohon pisang di jalan rusak dan berlubang itu merupakan hal yang wajar lantaran jalan kabupaten yang merupakan akses utama itu tak kunjung diperbaiki dan kerap memicu kecelakaan.

Kepala Desa Cikahuripan Oman Haryanto mengatakan, jalan kabupaten ini sebenarnya belum mendapat perbaikan dari pemerintah sejak 2020.

Padahal, jalan yang melewati Kampung Pojok Tengah RW05, Kampung Manoko RW03 dan Kampung Binahurip RW09 itu menjadi akses utama yang menjadi pendukung ekonomi warga.

"Jalan ini sebetulnya sejak saya jadi kepala desa dari 2020 belum ada perbaikan dari kabupaten. Mungkin karena belum ada waktunya atau apasaya kurang paham. Tapi yang pasti mah mungkin dananya belum turun atau kurang," kata Oman saat ditemui, Senin 15 September 2025.

Oleh karena itu, Oman mengapresiasi dan menyambut positif aksi protes warga yang menanam pohon pisan di jalan rusak tersebut lantaran mereka sangat membutuhkan perbaikan jalan itu.

"Kemudian, banyak warga yang mengalami kecelakaan akibat jalan rusak di sini. Makanya, titik-titik jalan yang berlubang mereka tanami pohon pisang," ujarnya.

Dengan adanya aksi tanam pohon pisan di jalan rusak ini, Oman berharap Pemkab Bandung Barat bisa segera melakukan perbaikan agar tidak ada lagi warganya yang celaka akibat jalan rusak dan berlubang lantaran nyawa itu lebih penting.

"Saya sebagai Kades Cikahuripan memohon kepada pemerintah untuk segera merealisasikan perbaikan jalan, saya paham dana selalu kurang, tapi saya selama 6 tahun menjabat sangat menanti realisasinya," ujarnya.

Bahkan, sebut Oman, upaya perbaikan jalan kabupaten yang rusak di Desa Cikahuripan sudah diajukan melalui Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) setiap tahunnya.

"Tapi mudah-mudahan bisa terealisasi tahun ini agar tidak ada lagi warga yang celaka," imbuhnya.
 
Lebih lanjut Oman mengungkapkan, untuk jalan di Desa Cikahuripan yang rusak atau harus diperbaiki itu sepanjang 2.100 meter atau 2,1 kilometer.

"Saya pernah berusaha melakukan penambalan jalan di tahun 2023-2024, tapi hanya bertahan setahun," ucapnya.

Menurutnya, perbaikan jalan rusak di Desa Cikahuripan ini harus dilakukan dengan betonisasi mengingat karakteristik tanahnya yang mudah ambles dan konturnya wilayahnya didominasi gunung dan perbukitan.

"Harus dibeton, karena kalau dihotmix belum setahun juga pasti udah rusak. Lalu, untuk lebarnya jalan juga cukup bervariatif mulai dari 4,5-5 meter," tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, Warga Kampung Pojok Tengah RW05, Kampung Manoko RW03 dan Kampung Bunihurip RW09 Desa Cikahuripan, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), melakukan aksi protes yang unik dan menarik perhatian. 

Mereka menanam pohon pisang di tengah jalan yang rusak parah sebagai bentuk kekecewaan terhadap pemerintah daerah yang dinilai acuh tak acuh.
 
Aksi ini dilakukan karena jalan di wilayah tersebut sudah lebih dari lima tahun tidak pernah diperbaiki. Kondisi jalan yang rusak parah dan berlubang sangat membahayakan bagi pengguna kendaraan.


Editor : Doni Ramdhani