Kadin Kota Tasikmalaya Buka Peluang Kolaborasi dengan Filipina
Kadin Kota Tasikmalaya menjajaki peluang kerja sama bisnis, investasi, pendidikan, hingga peningkatan sumber daya manusia (SDM) dengan Filipina.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Kadin Kota Tasikmalaya menjajaki peluang kerja sama bisnis, investasi, pendidikan, hingga peningkatan sumber daya manusia (SDM) dengan Filipina.
Langkah tersebut dibahas dalam kegiatan Bincang Bisnis bersama perwakilan Southern Leyte State University (SLSU), Senin (19/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Meeting Siloka, Jalan Ir Juanda, Kota Tasikmalaya itu menjadi ajang pertukaran informasi mengenai potensi kedua wilayah sekaligus membuka peluang kolaborasi di berbagai sektor.
Ketua Kadin Kota Tasikmalaya Muhammad Abdul Karim mengatakan, kunjungan tersebut menjadi kesempatan untuk menjajaki berbagai potensi kerja sama yang dapat dikembangkan bersama.
"Hari ini Kadin Kota Tasikmalaya menerima kunjungan dari Rektor Southern Leyte State University (SLSU) Filipina," ujar Karim.
Dia menjelaskan, sejumlah peluang kerja sama yang dibahas meliputi pertukaran sumber daya manusia serta kolaborasi di sektor bisnis dan industri.
"Tujuannya, kita mencoba melakukan benchmarking potensi kerja sama. Tadi ada beberapa hal yang bisa menjadi potensi untuk dilakukan bersama. Pertama, pertukaran (exchange) yang berkaitan dengan sumber daya manusia, kemudian sektor bisnis dan industri. Ada beberapa hal yang bisa kita kolaborasikan antara Filipina dan Kota Tasikmalaya," katanya.
Menurut Karim, pertemuan tersebut juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan peran Kadin serta potensi dunia usaha di Kota Tasikmalaya kepada pihak universitas dari Filipina.
Dari diskusi tersebut, muncul peluang untuk menghubungkan Kadin Kota Tasikmalaya dengan organisasi Kadin di wilayah Filipina. Kolaborasi itu diharapkan dapat memperluas komunikasi dan membuka ruang kerja sama yang lebih konkret.
"Harapannya, kita bisa meningkatkan komunikasi menjadi lebih dekat. Yang ingin dicapai Kadin adalah memperluas pasar," ungkapnya.
Karim pun mendorong para pelaku usaha di Kota Tasikmalaya agar lebih berani memperkenalkan produk, usaha, dan potensi bisnis mereka kepada pasar yang lebih luas, termasuk pasar internasional.
"Saya ingin mendorong teman-teman yang berusaha di Tasikmalaya untuk punya keberanian mengekspos diri terlebih dahulu, supaya bisa dikenal," tuturnya.
Sebagai tindak lanjut penjajakan tersebut, Kadin Kota Tasikmalaya juga menerima undangan untuk kembali melakukan kunjungan bisnis atau benchmarking ke Filipina pada Maret mendatang.
Karim berharap komunikasi yang telah terbangun dapat berlanjut menjadi peluang nyata bagi pelaku usaha lokal untuk mengembangkan jaringan dan memperluas jangkauan pasar.
Selain menjajaki peluang kerja sama dengan Filipina, Kadin Kota Tasikmalaya juga berupaya memperkenalkan potensi daerah kepada pelaku industri dan profesional dari negara lain.
Karim menyebut, pada 24 Oktober mendatang, Kota Tasikmalaya dijadwalkan menerima kunjungan seorang arsitek bertaraf internasional yang berbasis di Korea Selatan.
Menurutnya, rencana kunjungan tersebut berkaitan dengan ketertarikan terhadap potensi kerajinan bambu di Tasikmalaya, khususnya setelah melihat produk-produk kriya yang ditampilkan dalam Priangan Bamboo Fest.
Produk kerajinan bambu tersebut dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan lebih jauh, termasuk sebagai bagian dari desain interior.
"Kita ingin lebih mengedepankan agar orang melihat terlebih dahulu ke sini, ke Kota Tasikmalaya. Alhamdulillah, respons mereka baik," pungkas Karim.
Editor : Doni Ramdhani
