Sejumlah Pengusaha Dukung Karim di Musyawarah Kadin Kota Tasikmalaya

Dukungan terhadap bakal calon Ketua Kadin Kota Tasikmalaya M Abdul Karim terus menguat. 

Sejumlah Pengusaha Dukung Karim di Musyawarah Kadin Kota Tasikmalaya
Sejumlah pengusaha dan asosiasi dunia usaha di Kota Tasikmalaya mendeklarasikan dukungan kepada Karim untuk maju dalam pemilihan tersebut. Deklarasi berlangsung di Caffe Siloka, Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya, Senin (7/9/2026). (n nurohman)

INILAHKORAN.ID - Dukungan terhadap bakal calon Ketua Kadin Kota Tasikmalaya M Abdul Karim terus menguat. 

Sejumlah pengusaha dan asosiasi dunia usaha di Kota Tasikmalaya mendeklarasikan dukungan kepada Karim untuk maju dalam pemilihan tersebut. Deklarasi berlangsung di Caffe Siloka, Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya, Senin (7/9/2026).

Dukungan di antaranya datang dari sejumlah organisasi dan asosiasi pengusaha seperti Gapeksindo, Gapensi, Iwapi, PHRI, serta unsur Hipmi.

Ketua Gapeksindo Kota Tasikmalaya Asep Budi Pramono mengatakan, dukungan diberikan karena Karim dinilai sebagai sosok muda yang memiliki potensi untuk memimpin Kadin Kota Tasikmalaya.

"Pak Karim itu tokoh muda potensial. Kami semua dari asosiasi, ada Gapeksindo, Gapensi, Iwapi, PHRI, insyaallah bisa mengantarkan Karim menjadi kandidat pemenang," ujar Asep, Senin (7/9/2026).

Menurut Asep, pihaknya saat ini telah mengantongi dukungan sekitar 90 pemilik hak suara. Namun, jumlah tersebut masih menunggu proses verifikasi dari Kadin Jawa Barat.

"Kami sudah terkumpul voter sekitar di angka hampir 90, tapi kita masih menunggu verifikasi dari Jawa Barat," katanya.

Dia berharap seluruh dukungan tersebut dinyatakan lolos verifikasi sehingga menjadi modal kuat bagi Karim dalam kontestasi Ketua Kadin Kota Tasikmalaya.

"Mudah-mudahan 90 itu lolos 100 persen, sehingga kita cukup pede untuk jadi pemenangan," ujarnya.

Asep menargetkan dukungan terhadap Karim nantinya dapat mencapai 50 hingga 60 persen suara. Dia mengakui persaingan dalam pemilihan Ketua Kadin Kota Tasikmalaya cukup ketat karena terdapat kandidat lain yang dinilai memiliki kekuatan masing-masing.

"Kalau saingan sebetulnya cukup kuat dua-duanya juga, karena satu incumbent, kedua juga tokoh potensial. Tapi mudah-mudahan kita all out semua dari tim untuk kemenangan Karim," kata Asep.

Sementara itu, M Abdul Karim menyambut positif deklarasi dukungan tersebut. Menurutnya, dukungan yang diberikan bukan sekadar dukungan personal, melainkan bentuk kepercayaan dari kalangan pengusaha terhadap kapasitas dirinya.

"Kalau dapat dukungan ya senang, dapat dukungan kepercayaan untuk hal yang utama," kata Karim.

Dia menilai dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam proses pencalonannya. Sebab, menurut Karim, kesiapan untuk maju saja tidak cukup tanpa adanya pengakuan dari para pelaku usaha.

"PD (percaya diri) saja tidak cukup. Kelayakan itu kan perlu pengakuan. Tidak bisa kita mengakui saya siap maju, tapi belum tentu layak," ujarnya.

Karim menyebut deklarasi tersebut juga menjadi momentum konsolidasi terbuka setelah sebelumnya komunikasi dan pembahasan terkait pencalonan lebih banyak dilakukan secara informal.

"Sore hari ini bentuk daripada konsolidasi secara moral. Kemarin mungkin terjadi dalam ruang-ruang senyap, diskusi. Kalau saat ini menunjukkan bahwa memang entitas barengnya dengan Karim ini di Kadin," katanya.

Dia menilai keberadaan sejumlah asosiasi dalam deklarasi tersebut menunjukkan adanya aspirasi bersama dari kalangan pengusaha yang ingin disalurkan melalui Kadin sebagai wadah utama dunia usaha.

"Ini bukan hanya representasi pribadi. Jangan sampai menghilang, jangan sampai ngaleungit. Berarti ada muatan korespondensi positif yang ingin disalurkan, dibuatkan kanalnya sebagai entitas utama representasi para pengusaha, mengakomodasi," tutur Karim.

Karim juga mengapresiasi dukungan dari berbagai asosiasi, termasuk Gapensi, Gapeksindo, AKLI, PHRI, Iwapi, hingga unsur Hipmi.

Dia berharap dukungan tersebut menjadi bagian dari proses regenerasi di tubuh Kadin Kota Tasikmalaya.

"Senanglah sekarang cair suasananya, nyaman. Orang-orang kayaknya mungkin happy, ada keberkenanan untuk anak muda. Biasanya kan isi orang-orang senior, nah sekarang memang ada proses regenerasi," katanya.

Menurut Karim, perubahan ekosistem bisnis juga menuntut adanya ruang yang lebih adaptif terhadap perkembangan dunia usaha saat ini. Meski demikian, ia menekankan pentingnya menjaga komunikasi dan etika dalam proses tersebut.

"Ekosistem bisnisnya juga berubah. Yang dulunya mungkin hanya bersifat konvensional, bisnis sekarang juga perlu dikategorikan dengan ruang-ruang yang lebih baru, lebih kekinian. Tapi tentu dalam konteks komunikasi etikanya tetap terjalin," pungkasnya.


Editor : Doni Ramdhani