220 Pengemudi Becak Lansia di Kota Tasikmalaya Terima Becak Listrik

Sebanyak 220 pengemudi becak di Kota Tasikmalaya menerima bantuan becak listrik dari Presiden Prabowo Subianto. Bantuan diperuntukkan pengemudi lanjut usia.

220 Pengemudi Becak Lansia di Kota Tasikmalaya Terima Becak Listrik
Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan (kanan) saat mencoba becak listrik bantuan Presiden Prabowo Subianto. (n nurohman)

INILAHKORAN.ID - Sebanyak 220 pengemudi becak di Kota Tasikmalaya menerima bantuan becak listrik dari Presiden Prabowo Subianto. bantuan tersebut diperuntukkan bagi pengemudi becak berusia 55 tahun ke atas.

Penyerahan bantuan berlangsung di halaman Bale Kota Tasikmalaya, Selasa (8/9/2026), melalui kerja sama dengan Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN).

Direktur Perencanaan dan Pengembangan Usaha YGSN Firman Dahlan mengatakan, bantuan tersebut merupakan amanah Presiden Prabowo untuk membantu para pengemudi becak, khususnya mereka yang sudah lanjut usia.

"Pak Prabowo memerintahkan untuk keliling Jawa, menyerahkan becak listrik di tiap-tiap kabupaten dan kota madya. Ini untuk mengatasi permasalahan-permasalahan, termasuk kesulitan yang dialami para pengemudi becak, khususnya yang berusia 55 tahun ke atas," kata Firman.

Menurutnya, para pengemudi becak merupakan bagian dari masyarakat yang tetap berjuang memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga meski telah memasuki usia lanjut.

Firman berharap penggunaan becak listrik dapat meringankan beban pengemudi yang sebelumnya masih menggunakan becak manual atau konvensional.

"Ini ramah lingkungan karena menggunakan listrik, tidak menggunakan BBM," ujarnya.

Namun, Firman berpesan agar para penerima manfaat menjaga dan memanfaatkan bantuan tersebut dengan baik. Ia meminta becak listrik tidak dijual, digadaikan, maupun dipindahtangankan.

"Amanah ini mudah-mudahan bisa dipertahankan, dipelihara dengan baik. Jangan dijual, sesulit apa pun ya Bapak, jangan dijual, jangan digadaikan, jangan dipindahtangankan," tegasnya.

Dia juga meminta Pemkot Tasikmalaya ikut mengawasi keberlanjutan program tersebut, termasuk menyiapkan fasilitas pengisian daya.

Firman berharap pemerintah daerah dapat menyediakan tempat atau terminal untuk pengecasan becak listrik. Dia bahkan mendorong agar pengisian daya dapat diberikan secara gratis melalui koordinasi dengan PLN.

"Pak Kadishub bisa koordinasi dengan PLN. Seperti kota-kota lain itu gratis, semuanya gratis," katanya.

Firman menyebut jumlah bantuan untuk Kota Tasikmalaya tergolong besar dibandingkan sejumlah daerah lain. Di beberapa kabupaten dan kota, bantuan yang disalurkan hanya berkisar 55, 60, hingga 150 unit. Sementara Kota Tasikmalaya mendapatkan 220 unit.

Sementara itu, Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan mengatakan bantuan tersebut telah melalui proses verifikasi dan evaluasi sejak awal tahun.

"Alhamdulillah bantuan dari Pak Presiden langsung, becak listrik ada 220 yang memang tahapannya ini sudah lama, verifikasi kemudian juga evaluasinya dari awal tahun," kata Viman.

Dia menyebut 220 penerima manfaat telah diseleksi, termasuk pengemudi yang memiliki becak sendiri maupun yang selama ini menyewa.

Menurut Viman, bantuan tersebut diharapkan membuat para pengemudi becak lanjut usia tetap produktif dalam mencari nafkah dengan kondisi kerja yang lebih nyaman.

"Pada intinya Pak Presiden ini ingin bahwa yang pencari nafkah di usia lansia di atas 55 tahun itu bisa mencari nafkah dengan nyaman, kemudian juga produktivitasnya akan berlangsung lebih lama," ujarnya.

Selain membantu pengemudi becak, Viman menilai keberadaan becak listrik juga dapat mendukung perekonomian masyarakat sekaligus menjadi bagian dari upaya menciptakan transportasi yang lebih ramah lingkungan di Kota Tasikmalaya.

Pemkot Tasikmalaya berencana mengintegrasikan keberadaan becak listrik dengan sejumlah program prioritas daerah. Salah satunya mendorong penggunaan jasa becak sebagai alternatif mobilitas masyarakat sehingga dapat membantu mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dan konsumsi bahan bakar fosil.

"Ini harus terintegrasi dengan program prioritas daerah juga. Seperti contoh di Rabu Biru, kita meminimalisir penggunaan mobil pribadi supaya polusi menurun dan penggunaan bahan bakar fosil diturunkan," kata Viman.

Dia bahkan membayangkan aparatur sipil negara (ASN) dapat menggunakan jasa pengemudi becak sebagai bagian dari upaya menggerakkan perekonomian masyarakat.

Viman menjelaskan, setiap unit becak listrik yang diberikan memiliki nilai sekitar Rp23 juta. bantuan tersebut tidak hanya berupa kendaraan, tetapi juga disertai pelatihan atau bimbingan teknis bagi penerima manfaat.

"Hari ini dilakukan pelatihan atau bimtek kepada penerima manfaat. Jadi dulunya manual, kini beralih ke tenaga listrik," katanya.

Menurut Viman, pelatihan diberikan untuk memastikan seluruh penerima mampu mengoperasikan becak listrik dengan baik dan aman.

Pemkot juga akan berkoordinasi dengan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan berbagai elemen terkait untuk membangun ekosistem yang mendukung 220 pengemudi becak tersebut.

"220 penerima manfaat ini terseleksi dengan proses yang selektif. Kemudian juga diberi pelatihan sehingga dipastikan bahwa penarik becaknya ini bisa menggunakan becak listriknya," ujar Viman.

Dia berharap bantuan tersebut benar-benar memberikan manfaat jangka panjang bagi para pengemudi becak dan keluarganya.

"Kita harus bisa membuat ekosistem ke depan 220 penarik becak ini bisa narik becaknya dengan nyaman, aman," katanya.

Viman pun menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto, Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional, serta seluruh unsur Forkopimda Kota Tasikmalaya yang mendukung program tersebut.

bantuan 220 becak listrik ini diharapkan tidak hanya meringankan beban pengemudi becak lanjut usia, tetapi juga membuka peluang bagi mereka untuk tetap mandiri dan produktif dalam menopang perekonomian keluarga.


Editor : Doni Ramdhani