Bentrokan Maut Diawali Pesta Miras, Saksi Ungkap Bersama Korban Anggota Geng Motor

Fakta baru terungkap dalam kasus bentrokan maut yang menewaskan seorang remaja berinisial IMM (16) di Jalan EZ Muttaqin, Kec Mangkubumi, Kota Tasikmalaya.

Bentrokan Maut Diawali Pesta Miras, Saksi Ungkap Bersama Korban Anggota Geng Motor
Reskrim Polres Tasikmalaya Kota hingga kini masih melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku bentrokan maut. (istimewa)

INILAHKORAN.ID - Fakta baru terungkap dalam kasus bentrokan maut yang menewaskan seorang remaja berinisial IMM (16) di Jalan EZ Muttaqin, Kelurahan Linggajaya, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya.

Saksi berinisial Z alias A, yang saat kejadian membonceng korban, mengaku bahwa dirinya dan IMM merupakan anggota aktif salah satu kelompok geng motor di Kota Tasikmalaya.

Pengakuan tersebut disampaikan Z saat menjalani pemeriksaan oleh penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota.

"Dari 2025 masuk salah satu kelompok geng motor, sama korban juga kelompok motor itu juga. Dua aja saya sama korban yang anggota kelompok itu," kata Z.

Menurut Z, kelompok tersebut sebelumnya sempat bubar. Namun, ia menyebut kelompok yang diikutinya merupakan pecahan dari kelompok bermotor tersebut. Aktivitas mereka, kata Z, lebih banyak diisi dengan berkumpul dan nongkrong.

"Kegiatannya ngopi, minum. Gitu aja," ujarnya.

Z juga mengungkapkan, sebelum bentrokan maut terjadi, dirinya bersama korban dan sejumlah rekannya sempat berkumpul di kawasan Colombus. Dalam pertemuan tersebut, mereka mengonsumsi minuman keras jenis ciu yang dibeli secara patungan.

"Kumpulnya gak tentu, pas kejadian juga sebelumnya ngumpul dulu di Colombus. Nongkrong, minum pesta miras. Minum ciu, patungan belinya," ungkap Z.

Usai pesta miras, Z bersama IMM dan dua rekannya, yakni ZG (18) dan RA (17), kemudian berkeliling menggunakan sepeda motor Honda Beat.

Mereka disebut hendak mencari tambahan minuman keras.

Namun, saat melintas di Jalan EZ Muttaqin sekitar pukul 02.15 WIB, Minggu (30/8/2026), rombongan tersebut terlibat bentrokan dengan sekelompok orang.

Dalam insiden tersebut, IMM mengalami luka serius setelah kepalanya dihantam benda tumpul hingga tidak sadarkan diri.

Korban kemudian mendapat perawatan medis di RS Hermina Tasikmalaya selama beberapa hari.

Namun, kondisi korban terus memburuk hingga akhirnya IMM meninggal dunia pada Rabu (2/9/2026). Kasus tersebut kini masih dalam penanganan Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota. Polisi telah mengantongi identitas terduga pelaku yang melakukan penganiayaan terhadap korban.

Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota AKP Januar Rangga Fardhela mengatakan, polisi masih melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku.

"Identitas pelaku sudah kami kantongi. Saat ini kami masih melakukan pengejaran dan pencarian terhadap yang bersangkutan," kata Januar, Senin (7/9/2026).

Polisi juga masih mengumpulkan sejumlah bukti untuk mengungkap secara utuh rangkaian peristiwa yang berujung pada meninggalnya IMM.

"Kami terus bekerja mengumpulkan bukti dan mengembangkan penyelidikan. Mudah-mudahan dalam waktu dekat pelaku dapat segera diamankan," pungkasnya.


Editor : Doni Ramdhani