Mobil Pengangkut Paket Jadi Sasaran Pecah Kaca di Kota Tasikmalaya, ECU Raib

Aksi pecah kaca mobil terjadi di Jalan Nagarawangi, Kelurahan Nagarawangi, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, Jumat (4/9/2026) pagi.

Mobil Pengangkut Paket Jadi Sasaran Pecah Kaca di Kota Tasikmalaya, ECU Raib
Mobil Grand Max bernomor polisi Z 1083 KJ yang digunakan untuk mengangkut paket barang menjadi korban aksi pecah kaca. (istimewa)

INILAHKORAN.ID - aksi pecah kaca mobil terjadi di Jalan Nagarawangi, Kelurahan Nagarawangi, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, Jumat (4/9/2026) pagi.

Sebuah mobil Grand Max bernomor polisi Z 1083 KJ yang digunakan untuk mengangkut paket barang ditemukan dalam kondisi berantakan. Kaca bagian depan mobil tersebut diduga dipecahkan oleh pelaku.

Peristiwa itu pertama kali diketahui seorang montir, Ade (69), sekitar pukul 07.00 WIB. Saat itu, Ade mendapat informasi dari warga yang berdagang di sekitar lokasi mengenai kondisi mobil tersebut.

"Saya dikasih tahu oleh warga sini, pedagang, kaca mobil depannya berantakan, langsung ke sini," kata Ade, Jumat (4/9/2026).

Ade mengaku tidak mengetahui secara pasti kapan aksi tersebut terjadi. Saat dirinya datang ke lokasi, kondisi mobil sudah dalam keadaan berantakan.

Selain kaca mobil yang pecah, bagian kendaraan juga diduga telah dibongkar. Satu komponen penting kendaraan, yakni Engine Control Unit (ECU) diketahui hilang.

Menurut Ade, harga ECU untuk kendaraan tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp4 juta jika membeli komponen pengganti.

"Yang hilang ECU-nya. Kalau harganya enggak tahu. Tapi kalau beli itu sekitar Rp4 jutaan," ujarnya.

Hingga Jumat pagi, kejadian tersebut belum dilaporkan kepada pihak kepolisian. Ade mengatakan, dirinya hanya bertugas sebagai montir dan pihak yang biasanya membuat laporan adalah pemilik kendaraan.

"Biasanya yang lapor bos, saya hanya montir," katanya.

Belum diketahui siapa pelaku maupun motif aksi pecah kaca tersebut. Kasus itu juga masih menunggu laporan resmi dari pemilik kendaraan untuk ditindaklanjuti pihak kepolisian.


Editor : Doni Ramdhani