Seekor Trenggiling Berhasil Diselamatkan Warga dan Damkar Bogor

Usai dievakuasi dari kebun warga di Desa Sukasirna Jonggol, Damkar Kabupaten Bogor menyerahkan seekor trenggiling ke BBKSDA Wilayah I Jawa Barat.

Seekor Trenggiling Berhasil Diselamatkan Warga dan Damkar Bogor
Satwa trenggiling yang memiliki nama latin Manis javanica itu merupakan satwa endemik yang hidup di Gunung Salak, Gunung Gede Pangrango dan sekitarnya. (reza zurifwan)

INILAHKORAN.ID - Usai dievakuasi dari kebun warga di Desa Sukasirna Jonggol, Damkar Kabupaten Bogor menyerahkan seekor trenggiling ke Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Wilayah I Jawa Barat.

Satwa trenggiling yang memiliki nama latin Manis javanica itu merupakan satwa endemik yang hidup di Gunung Salak, Gunung Gede Pangrango dan sekitarnya.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kabupaten Bogor Yudi Santosa menuturkan, laporan warga Desa Sukasirna menyebutkan ada beberapa ekor trenggiling.

Laporan warga pun ditindaklanjuti petugas Damkar Sektor Cariu yang selanjutnya melakukan evakuasi.

"Warga Desa Sukasirna melaporkan ada beberapa ekor trenggiling, namun yang baru berhasil kami evakuasi baru satu ekor," tutur Yudi kepada wartawan, Senin (7/9/2026).

Yudi mengatakan, jika nanti jajaran Damkar Sektor Cariu berhasil kawanan trenggiling lainnya maka akan diserahkan kembali ke BBKSDA Wilayah I Jawa Barat 

Dia mengapresiasi warga Desa Sukasirna yang memahami trenggiling merupakan jenis satwa yang dilindungi, hingga keberadaannya harus dilaporkan ke negara.

"Kami apresiasi warga Desa Sukasirna yang sudah melek hukum hingga ikut melindungi satwa langka ini, jika kawanan trenggiling berhasil kami evakuasi lagi maka akan diserahkan kembali ke BBKSDA Wilayah I Jawa Barat," katanya.

Sementara itu, petugas BBKSDA Wilayah I Jawa Barat Stephanus menerangkan satwa trenggiling yang diserahkan itu akan direhabilitasi dan segera dilepasliarkan kembali ke habitatnya.

"Kami apresiasi warga dan aparatur Pemkab Bogor yang menghargai kekayaan hayati,  trenggiling ini akan kami rehabilitasi dan segera melepasliarkannya di hutan-hutan yang ada di Bumi Tegar Beriman," terang Stephanus.


Editor : Doni Ramdhani