PNM Dorong Pengusaha Gula Aren di Garut Naik Kelas Lewat Modal dan Pendampingan

PNM terus mendorong pelaku usaha ultra mikro agar mampu naik kelas. Langkah ini dilakukan melalui kombinasi skema pembiayaan modal dan program pemberdayaan.

PNM Dorong Pengusaha Gula Aren di Garut Naik Kelas Lewat Modal dan Pendampingan
Susanti sempat terkendala keterbatasan modal, minimnya promosi, dan sistem pencatatan yang masih sederhana hingga membatalkan peluang ekspor skala besar. (istimewa)

INILAHKORAN.ID - PT Permodalan Nasional Madani (PNM) terus mendorong pelaku usaha ultra mikro agar mampu naik kelas. Langkah ini dilakukan melalui kombinasi skema pembiayaan modal dan program pemberdayaan secara berkelanjutan.

Direktur Utama PNM Kindaris menegaskan, pengembangan usaha ultra mikro membutuhkan pendekatan khusus yang tidak sekadar berfokus pada pencerahan finansial.

"Untuk membuat usaha ultra mikro berkembang bukan hanya butuh modal uang tetapi juga dibukakan jalan untuk bisa naik kelas," kata Kindaris, Senin (7/9/2026).

Kindaris menjelaskan, peningkatan literasi dan kualitas usaha mikro memerlukan dukungan yang jauh lebih besar jika dibandingkan dengan skala usaha lainnya.

Dampak dari pendekatan tersebut dirasakan Susanti, pengusaha gula aren asal Bungbulang, Garut, yang merintis usaha merek Gasebu sejak 2015. Dia sempat terkendala keterbatasan modal, minimnya promosi, dan sistem pencatatan yang masih sederhana hingga membatalkan peluang ekspor skala besar.

Titik balik usaha Susanti terjadi saat ia bergabung menjadi nasabah PNM Mekaar dengan pinjaman awal Rp4 juta. Modal itu ia gunakan untuk membeli hasil panen petani aren di sekitar tempat tinggalnya sekaligus membentuk kelompok usaha binaan.

"Ini benar-benar suatu wadah yang sangat luar biasa. Saya pun merasa diapresiasi banget," ujar Susanti.

Melalui pendampingan PNM, Susanti mendapatkan pelatihan pembuatan kemasan menarik, strategi pemasaran digital, hingga promosi live shopping. Produk gula aren Bungbulang miliknya bahkan sempat viral di TikTok dan menarik minat eksportir asal Cianjur, Mahkota Bumi, yang mengajukan sampel untuk rencana ekspor sebanyak 30 ton.

Saat ini, usaha gula aren yang dikelola Susanti mampu memberdayakan 130 orang, terdiri dari 113 petani aren dan 17 pekerja rumah produksi. Sebagian keuntungan dari usaha tersebut juga disisihkan untuk kegiatan sosial masyarakat di lingkungan sekitar.


Editor : Doni Ramdhani