HUT RI ke-81, PNM Dorong Kemerdekaan Ekonomi Perempuan Pengusaha Ultra Mikro

Peringati HUT ke-81 RI, PNM menegaskan komitmen pendampingan dan pembiayaan bagi perempuan pengusaha ultra mikro nasabah PNM Mekaar untuk kemandirian ekonomi.

HUT RI ke-81, PNM Dorong Kemerdekaan Ekonomi Perempuan Pengusaha Ultra Mikro
ILustrasi upacara HUT RI

INILAHKORAN.ID - Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang mengusung tema "Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur" menjadi pengingat pentingnya memberikan kesempatan tumbuh bagi seluruh lapisan masyarakat. 

Semangat kemerdekaan kini diwujudkan melalui upaya pendampingan bagi keluarga prasejahtera, khususnya perempuan pengusaha ultra mikro, agar mampu membangun masa depan keluarga yang lebih baik.

Langkah ini menegaskan bahwa perjuangan mengisi kemerdekaan saat ini dapat dimulai dari hal-hal terdekat di kehidupan masyarakat. Mendampingi para pengusaha ultra mikro bukan sekadar membangun bisnisnya, melainkan juga menumbuhkan harapan hidup mereka.

"Kemerdekaan bukan hanya tentang seberapa jauh Indonesia tumbuh, tetapi tentang seberapa banyak rakyat yang ikut tumbuh bersama Indonesia. Karena itu, ketika kita mendampingi ibu-ibu nasabah PNM Mekaar, yang kita bangun bukan hanya usahanya, tetapi juga harapan dan masa depan keluarganya," ujar Wakil Direktur Utama PNM, Sunar Basuki, Senin (17/8/2026).

Sunar menjelaskan bahwa perjuangan para pengusaha ultra mikro kerap hadir dalam bentuk sederhana, seperti membuka warung, berjualan makanan, hingga mengembangkan usaha rumahan. 

Meski begitu, dampak keberadaannya sangat nyata bagi roda ekonomi keluarga dan nasional. Hasil dari usaha kecil tersebut mampu memenuhi kebutuhan rumah tangga hingga membiayai pendidikan anak-anak.

"Banyak ibu yang mungkin tidak berbicara tentang ekonomi nasional. Tetapi dari usaha kecil yang mereka jalankan, ekonomi Indonesia sebenarnya bergerak. Dari tangan mereka, anak-anak bisa sekolah. Dari penghasilan mereka, kebutuhan keluarga terpenuhi. Dari keberanian mereka untuk terus mencoba, sebuah masa depan sedang dibangun," lanjut Sunar.

Dalam pelaksanaannya, akses pembiayaan tidak hanya dipandang sebagai bantuan modal semata, melainkan pintu masuk untuk pendampingan yang lebih luas. 

Para pelaku usaha dibekali pengetahuan, keterampilan, jejaring, hingga pengelolaan teknologi untuk menjawab tantangan pasar.

Upaya pemberdayaan ini menjadi bagian dari inisiatif berkelanjutan untuk memperluas dampak positif dan membina nasabah unggulan.

Harapannya, dari satu sumber penghasilan kecil, dapat lahir peluang ekonomi baru yang memperkuat kemandirian masyarakat di seluruh Indonesia.


Editor : Ahmad Sayuti