HUT ke-81 Jabar, Pemprov Kejar Penurunan Kemiskinan dan Pengangguran
HUT ke-81 Jawa Barat menjadi momentum evaluasi pembangunan. Ekonomi tumbuh 5,73 persen, tetapi kemiskinan dan pengangguran masih jadi PR
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Jawa Barat pada 19 Agustus 2026, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar memaparkan sejumlah capaian pembangunan yang diklaim melampaui rata-rata nasional.
Namun di balik capaian tersebut, persoalan kemiskinan dan pengangguran masih menjadi pekerjaan rumah terbesar yang harus dituntaskan, hingga akhir masa jabatan Gubernur Dedi Mulyadi dan Wakil Gubernur Erwan Setiawan.
Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan mengatakan, berbagai indikator pembangunan menunjukkan tren positif. Meski demikian, pemerintah daerah tidak menutup mata terhadap sejumlah persoalan mendasar yang masih dihadapi masyarakat.
"Seperti kemarin dalam sambutan Pak Gubernur di Hari Ulang Tahun Republik Indonesia, banyak capaian yang sudah kita raih dan juga masih banyak PR yang harus kita segera selesaikan," kata Erwan di DPRD Jabar, Kota Bandung, Selasa (18/8/2026).
Menurutnya, fokus utama Pemprov Jabar saat ini adalah menekan angka kemiskinan dan pengangguran yang masih menjadi tantangan besar di provinsi berpenduduk lebih dari 51 juta jiwa tersebut.
"Di antaranya adalah pengangguran, yang insyaallah akan segera kita penuntaskan di tahun 2027 yang akan datang. Juga kemiskinan juga terus kita kurangi, sehingga di akhir masa periode saya dengan Pak Gubernur, kemiskinan di Jawa Barat menurun tajam, pengangguran menurun, IPM kita meningkat, indeks Gini kita juga tidak semakin melebar," ujarnya.
Meski tengah merevisi RPJMD Jawa Barat 2025-2029, Erwan belum bersedia menetapkan target penurunan kemiskinan secara spesifik. Ia menegaskan, target pembangunan harus realistis dan dapat dicapai.
"Kami tidak ingin terlalu muluk-muluk sekian persen sekian persen, tetapi kenyataan nanti tidak tercapai. Kami ingin yang betul-betul realistis," katanya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Jawa Barat Herman Suryatman menegaskan, HUT ke-81 Jawa Barat menjadi momentum untuk mengukur kinerja pemerintahan dari sisi pembangunan manusia, ekonomi, hingga kesejahteraan masyarakat.
Salah satu capaian yang menjadi sorotan adalah peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jawa Barat, yang naik 0,98 poin atau tertinggi di Indonesia dari sisi kenaikan tahunan.
"IPM kita naik 0,98, tertinggi pertama di Indonesia. Rata-rata nasional 0,88, kita 0,98," kata Herman.
Ia menjelaskan, meski DKI Jakarta, DI Yogyakarta, dan Kepulauan Riau masih memiliki IPM lebih tinggi secara akumulatif, peningkatan IPM Jawa Barat dalam satu tahun terakhir menjadi yang tertinggi secara nasional.
Ekonomi Tumbuh di Atas Rata-rata Nasional
Selain IPM, laju pertumbuhan ekonomi (LPE) Jawa Barat juga menunjukkan kinerja positif. Pada triwulan II 2026, ekonomi Jawa Barat tumbuh 5,73 persen, lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional yang berada di angka 5,29 persen.
"LPE triwulan II sekarang 5,73 persen. Nasional 5,29 persen, kita di atas rata-rata nasional," ujarnya.
Bahkan, secara tahunan pertumbuhan ekonomi Jawa Barat mencapai 5,85 persen. Pemprov Jabar menargetkan pertumbuhan ekonomi dapat mendekati 6 persen hingga akhir 2026.
Stunting Turun Drastis
Capaian lain yang diklaim membanggakan adalah penurunan prevalensi stunting. Dalam periode kepemimpinan Dedi Mulyadi-Erwan Setiawan, angka stunting turun dari 21,7 persen menjadi 15,9 persen atau berkurang 5,8 poin persentase.
"Penurunannya 5,8 persen, dari 21,7 persen ke 15,9 persen. Dan itu tertinggi juga se-Indonesia," ungkap Herman.
Menurutnya, capaian tersebut turut berkontribusi terhadap penurunan angka stunting nasional dan mendapat apresiasi dari pemerintah pusat.
kemiskinan dan pengangguran Jadi Fokus Utama
Meski sejumlah indikator makro menunjukkan hasil positif, Herman mengakui kemiskinan dan pengangguran masih menjadi tantangan terbesar Jawa Barat.
Ia menyebut, angka kemiskinan memang turun 0,3 persen, setara dengan rata-rata nasional. Namun capaian itu dinilai belum memadai mengingat besarnya jumlah penduduk Jawa Barat.
"kemiskinan turunnya 0,3 persen. Pak Gubernur menyampaikan 0,3 persen terlalu kecil, kita harapkan tahun ini bisa menembus 0,5 persen," katanya.
Sementara itu, tingkat pengangguran juga mengalami penurunan, meski Pemprov Jabar menargetkan penurunan yang lebih agresif hingga 0,5 persen.
"Nah, kami sekarang sedang menskenariokan penurunannya bisa 0,5 persen sampai dengan akhir masa jabatan. Dan itu bukan pekerjaan ringan," ujar Herman.
Menurut dia, target tersebut hanya bisa dicapai jika seluruh perangkat daerah meningkatkan kinerja dan fokus pada program yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.
"ASN Pemda Provinsi Jawa Barat harus siap-siap karena kita harus melipat kinerja, karena kalau tidak malu sama masyarakat," pungkasnya.
Editor : Ahmad Sayuti

