Pemprov Jabar Kerahkan 25 Ribu Mahasiswa, Perpanjang Masa Pakai TPA Sarimukti
Pemprov Jabar menggandeng ribuan mahasiswa untuk memperpanjang masa pakai TPA Sarimukti
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Pemerintah Provinsi Jawa Barat memperkuat perubahan perilaku masyarakat, sebagai senjata utama mengatasi krisis sampah yang membayangi TPA Sarimukti, Kabupaten Bandung Barat.
Sebanyak 25.000 mahasiswa dari 98 perguruan tinggi akan diterjunkan ke berbagai wilayah, untuk mengurangi timbulan sampah langsung dari sumbernya.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi besar memperpanjang masa layanan TPA Sarimukti hingga 2029, sebelum fasilitas pengolahan sampah regional Legok Nangka beroperasi penuh.
Sekretaris Daerah Jawa Barat Herman Suryatman mengatakan, intervensi dari hulu dinilai menjadi solusi paling efektif untuk menekan volume sampah yang setiap hari membebani kawasan Bandung Raya. Saat ini, produksi sampah di wilayah tersebut mencapai sekitar 5.000 ton per hari.
"Kalau dari hulu bisa berkurang 20 persen, produksi sampah Bandung Raya yang mencapai 5.000 ton per hari bisa tertekan sampai 1.000 ton. Kehadiran mahasiswa bersama para rektor ini ibarat para resi yang turun gunung untuk menyelesaikan persoalan riil di masyarakat," ujar Herman di DPRD Jabar, Kota Bandung, Rabu (30/9/2026).
Program tersebut akan dikemas dalam kegiatan pengabdian masyarakat yang setara dengan 10 SKS selama tiga bulan. Para mahasiswa akan bekerja bersama pemerintah desa, kecamatan, serta pengurus RT dan RW untuk membangun kesadaran masyarakat terkait pemilahan, pengolahan, hingga pemanfaatan kembali sampah.
Pemprov Jabar menilai, pendekatan sosial lebih realistis diterapkan dibandingkan mengandalkan pembangunan teknologi pengolahan sampah berskala besar di tingkat hulu. Selain membutuhkan waktu panjang, pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) juga memerlukan investasi hingga triliunan rupiah.
Keputusan tersebut tidak lepas dari hasil uji coba yang telah dilakukan di Kecamatan Arcamanik, Kota Bandung, bersama Universitas Islam Bandung (Unisba). Dalam kurun tiga bulan, program edukasi dan pendampingan masyarakat berhasil menurunkan volume sampah hingga 20 persen, sekaligus meningkatkan efektivitas pemilahan sampah rumah tangga secara signifikan.
Di saat yang sama, upaya penanganan di hilir tetap berjalan. Pemprov Jabar terus memperkuat pengelolaan TPA Sarimukti melalui penerapan compacting dan compressing, pengembangan Refuse Derived Fuel (RDF), teknologi pirolisis, serta pembangunan gravity wall yang ditargetkan mulai dikerjakan pada awal 2027.
Sinergi pengurangan sampah dari hulu dan penguatan kapasitas pengolahan di hilir diharapkan mampu menjaga keberlangsungan operasional TPA Sarimukti selama tiga tahun ke depan.
Targetnya, tempat pembuangan akhir tersebut tetap dapat menampung sampah hingga TPPAS Legok Nangka resmi beroperasi pada 2029.
"Memang ini tugas yang sangat berat, tapi kita totalitas. Pokoknya semua ikhtiar baik teknologi maupun pendekatan sosial, kita jalankan bersama demi menjaga lingkungan Jawa Barat," tutupnya.
Editor : Ahmad Sayuti

