TPA Sarimukti Siapkan Strategi Transisi hingga Legok Nangka Beroperasi

UPTD TPA Sarimukti menyiapkan strategi transisi hingga Legok Nangka beroperasi, mulai dari pemadatan sampah, optimalisasi zona hingga teknologi pirolisis

TPA Sarimukti Siapkan Strategi Transisi hingga Legok Nangka Beroperasi
UPTD TPA Sarimukti menyiapkan strategi transisi hingga Legok Nangka beroperasi, mulai dari pemadatan sampah, optimalisasi zona hingga teknologi pirolisis

INILAHKORAN.ID– UPTD Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir (TPPA) Sarimukti, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, menyiapkan sejumlah strategi transisi untuk menjaga layanan persampahan hingga TPPAS Regional Legok Nangka dapat beroperasi.

Kepala UPTD TPA Sarimukti Arief mengatakan, strategi tersebut disusun dalam jangka pendek, menengah, dan panjang dengan mempertimbangkan keterbatasan kapasitas TPA Sarimukti.

“Artinya kan tadi, Pak, kita selalu berkomitmen untuk bisa membantu keupayaan kota. Jadi kami diminta menyusunkan saja, dari jangka pendek, jangka menengah, jangka panjang,” katanya di Bandung Barat, Selasa.

TPA Sarimukti Tingkatkan Pemadatan Sampah

Untuk strategi jangka pendek hingga akhir 2026, UPTD TPA Sarimukti akan meningkatkan pemadatan sampah dengan bantuan alat dari Dinas Bina Marga Jawa Barat.

Selain itu, area yang masih memungkinkan digunakan di kawasan Sarimukti akan dioptimalkan untuk menjaga kapasitas tampung.

Arief mengatakan, alat pemadat yang dibutuhkan memiliki kapasitas sekitar 12 ton. Sementara peralatan yang tersedia saat ini hanya memiliki kapasitas sekitar empat ton.

Karena itu, pihaknya masih berkoordinasi dengan Dinas Bina Marga Jawa Barat untuk memenuhi kebutuhan peralatan tersebut.

Selain pemadatan, penataan dan penambahan ketinggian timbunan secara terbatas juga disiapkan di Zona 5 selama kondisi area memungkinkan.

UPTD juga akan kembali mengoptimalkan Zona 4 untuk menjaga ruang tampung selama masa transisi.

Zona 3 dan 4 Disiapkan untuk 2027

Memasuki awal hingga pertengahan 2027, Zona 3 dan Zona 4 disiapkan untuk kembali digunakan apabila fasilitas pengolahan sampah yang direncanakan belum dapat beroperasi.

Menurut Arief, pemanfaatan kembali kedua zona tersebut membutuhkan pembangunan tanggul atau gravity wall pada bagian bawah.

Kebutuhan anggaran untuk pembangunan tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp24 miliar.

“Jadi di Januari 2027, kalau anggaran sudah tersedia, kita bisa lelang dini di bulan Desember tahun 2026,” ujarnya.

Langkah tersebut menjadi salah satu opsi untuk menjaga kapasitas Sarimukti ketika fasilitas pengelolaan sampah baru belum sepenuhnya siap digunakan.

Siapkan pirolisis hingga RDF

Selain mengoptimalkan zona yang tersedia, pemerintah juga menyiapkan kerja sama pengolahan sampah dengan sejumlah pihak sebagai bagian dari strategi jangka menengah.

Sejumlah alternatif teknologi yang disiapkan antara lain pirolisis, pengolahan sampah menjadi refuse derived fuel (RDF), penggalian kembali sampah lama untuk membuka ruang tampung, serta pengolahan gas yang ditargetkan dapat berjalan pada 2027.

“Tapi memang semuanya bisa berjalan di tahun 2027. Jadi kita harus cari solusi jalan pertengahan dengan menambah zona-zona tadi,” kata Arief.

Berbagai alternatif tersebut disiapkan sebagai solusi antara untuk menjaga layanan persampahan sambil menunggu kesiapan fasilitas pengolahan sampah regional berikutnya.

Legok Nangka Jadi Solusi Jangka Panjang

Arief menegaskan, percepatan pembangunan dan pengoperasian TPPAS Regional Legok Nangka menjadi bagian penting dari strategi jangka panjang pengelolaan sampah di wilayah Bandung Raya.

“Kalau yang jangka panjangnya, kita percepatan Legok Nangka lah, pasti,” kata Arief.

Dengan strategi transisi tersebut, UPTD TPA Sarimukti berupaya memastikan pelayanan persampahan dari kabupaten dan kota yang selama ini mengandalkan fasilitas tersebut tetap berjalan.

Langkah itu dilakukan sembari menunggu kesiapan TPPAS Regional Legok Nangka sebagai fasilitas pengelolaan sampah yang diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang bagi persoalan persampahan di Bandung Raya.***


Editor : JakaPermana