Holding Sanggabuana Ditargetkan Terbentuk Sebulan, BUMD Jabar Bakal Dikonsolidasi

Pemprov Jabar mempercepat pembentukan Holding Sanggabuana untuk membenahi BUMD. BUMD sehat akan dikonsolidasi, sedangkan yang belum sehat direstrukturisasi.

Holding Sanggabuana Ditargetkan Terbentuk Sebulan, BUMD Jabar Bakal Dikonsolidasi
Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat Herman Suryatman

INILAHKORAN.ID - Pemerintah Provinsi Jawa Barat mempercepat pembentukan Holding Sanggabuana sebagai langkah untuk membenahi tata kelola sekaligus meningkatkan kinerja badan usaha milik daerah atau BUMD.

Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat Herman Suryatman mengatakan, Holding Sanggabuana ditargetkan mulai terbentuk dalam waktu sekitar satu bulan ke depan.

Menurut Herman, pembentukan holding menjadi langkah strategis untuk memetakan kondisi seluruh BUMD sekaligus menentukan arah pengembangan perusahaan daerah di masa mendatang.

"Insya Allah dalam satu bulan ke depan Jawa Barat akan memiliki holding, di mana BUMD-BUMD yang sehat nanti dikonsolidasi, dibawa ke Holding Sanggabuana dan yang belum sehat akan direstrukturisasi," kata Herman, Selasa (29/9/2026).

Dalam skema tersebut, BUMD yang dinilai sehat akan dikonsolidasikan ke dalam Holding Sanggabuana. Sementara perusahaan daerah yang kinerjanya belum optimal akan lebih dahulu menjalani proses restrukturisasi.

Herman mengatakan, pembentukan Holding Sanggabuana bukan sekadar penggabungan perusahaan daerah. Langkah tersebut menjadi momentum untuk menata ekosistem bisnis BUMD Jawa Barat secara lebih menyeluruh.

"Ini adalah kick off pertama bagaimana BUMD di satu daerah dikonsolidasikan, dipilah, dioptimalkan," ujarnya.

Untuk mematangkan konsep tersebut, Pemprov Jabar menggandeng berbagai pihak yang memiliki pengalaman di bidang investasi, bisnis, hingga pengelolaan sumber daya manusia.

Masukan dari para praktisi tersebut dinilai penting agar Holding Sanggabuana dapat beroperasi secara profesional dan berkelanjutan.

Herman menegaskan, proses pembentukan holding akan dilakukan melalui pendekatan berbasis kajian ilmiah. Dengan demikian, model bisnis dan tata kelola yang dibangun diharapkan dapat menjadi rujukan bagi daerah lain.

"Insya Allah kita akan segera percepat prosesnya, kita akan melakukan scientific process, sehingga ini akan menjadi model bagi pendirian holding investment lain di provinsi lain," katanya.

Fokus Penguatan SDM BUMD

Selain penguatan bisnis, Pemprov Jabar juga menyiapkan strategi peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan BUMD.

Upaya tersebut mencakup sistem rekrutmen, pengembangan talenta, hingga penguatan manajemen sumber daya manusia untuk mendukung transformasi perusahaan daerah.

Herman mengatakan, keberadaan Holding Sanggabuana tetap harus sejalan dengan mandat utama BUMD sebagai instrumen pembangunan daerah.

Menurutnya, terdapat tiga target utama yang harus dicapai perusahaan yang berada dalam ekosistem holding.

Pertama, meningkatkan kontribusi dividen bagi Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Kedua, mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Ketiga, memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat sesuai bidang usaha masing-masing.

"Yang pertama memberikan dividen ke Pemda Provinsi Jawa Barat seoptimal mungkin. Yang kedua bisa membantu menggerakkan perekonomian daerah. Dan yang ketiga memberikan layanan terbaik di bidangnya," paparnya.

Pemprov Jabar berharap konsolidasi melalui Holding Sanggabuana dapat mendorong lahirnya BUMD yang lebih sehat, efisien dan kompetitif.

Dengan begitu, perusahaan daerah diharapkan semakin mampu memberikan kontribusi terhadap pembangunan Jawa Barat sekaligus menjadi rujukan bagi dunia usaha lainnya.

"Sehingga menjadi rujukan bagi dunia usaha yang lainnya," ujarnya.

Masih Dibahas DPRD Jabar

Pembentukan Holding Sanggabuana saat ini masih berproses bersama DPRD Jawa Barat. Pemprov Jabar sebelumnya telah mengajukan Raperda Pembentukan Holding BUMD PT Sanggabuana (Perseroda) beserta usulan penyertaan modal daerah.

Dalam pembahasan sebelumnya, Pemprov Jabar mengusulkan penyertaan modal hingga Rp500 miliar untuk PT Sanggabuana. DPRD Jabar juga tengah membahas kejelasan rencana bisnis dan tata kelola perusahaan tersebut.

Sementara itu, perkembangan terbaru di DPRD Jabar menyebutkan sebanyak 26 BUMD direncanakan masuk ke dalam Holding Sanggabuana, sementara sejumlah BUMD lainnya akan menjalani proses penyehatan. Bank BJB tidak termasuk dalam skema holding tersebut.

Konsolidasi tersebut diharapkan dapat memperkuat kinerja BUMD sekaligus meningkatkan kontribusinya terhadap pendapatan asli daerah (PAD) Jawa Barat.***


Editor : JakaPermana