Peran Pendidikan dalam Pendampingan Usaha Mikro
PNM buat program pembiayaan dan pemberdayaan ekonomi mikro.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Program pembiayaan dan pemberdayaan ekonomi Mikro terus mempertegas komitmennya dalam memberikan pendampingan secara holistik bagi masyarakat prasejahtera. Tidak terbatas pada penyaluran modal usaha dan literasi keuangan, cakupan pendampingan kini mulai meluas hingga menyasar ekosistem tumbuh kembang anak-anak nasabah, salah satunya melalui perbaikan fasilitas Pendidikan di pelosok daerah.
Langkah ini menegaskan bahwa model pemberdayaan bagi pelaku usaha wanita prasejahtera tidak hanya berfokus pada peningkatan pendapatan ekonomi keluarga dalam jangka pendek, melainkan juga keberlanjutan masa depan keluarga dalam jangka panjang. Semangat pemberdayaan tersebut diarahkan langsung pada perbaikan sarana belajar di sekolah-sekolah yang berada di wilayah tempat tinggal para nasabah.
Direktur Operasional dan Hubungan Kelembagaan PNM, Lalu Dodot Patria Ary, menjelaskan bahwa di balik setiap usaha yang dijalankan oleh nasabah, terdapat harapan besar ibu-ibu pelaku usaha Mikro untuk memberikan kehidupan dan Pendidikan terbaik bagi anak-anak mereka.
“Kami melihat perjuangan nasabah bukan hanya tentang bagaimana mereka menjalankan usaha, tetapi juga bagaimana seorang ibu berusaha memastikan anaknya tetap mendapatkan Pendidikan yang layak. Karena itu, ketika PNM mendampingi nasabah, perhatian tidak berhenti pada usahanya. Kami ingin ikut menjaga lingkungan tempat keluarga mereka tumbuh dan anak-anak mereka belajar,” ujar Dodot, Sabtu (29/8/2026).
Menurut Dodot, Pendidikan merupakan fondasi utama untuk memutus rantai kemiskinan dan membangun kesejahteraan keluarga prasejahtera secara berkelanjutan. Ketika kapasitas usaha seorang ibu tumbuh, keberhasilannya harus berdampak nyata pada terbukanya akses dan kualitas hidup keluarga.
“Usahanya kita bantu tumbuh, keluarganya kita perhatikan, dan masa depan anak-anaknya juga harus memiliki ruang untuk tumbuh. Mungkin bantuan ini sederhana, tetapi kami berharap dapat memberikan rasa bahwa perjuangan mereka tidak berjalan sendirian,” tambahnya.
Bantuan yang disalurkan difokuskan pada perbaikan sarana dan prasarana sekolah agar tercipta lingkungan belajar yang lebih aman, nyaman, dan layak. Pendekatan ini membuktikan bahwa keberhasilan program pemberdayaan Mikro tidak sekadar diukur dari besarnya angka pembiayaan atau peningkatan kapasitas usaha semata, melainkan dari dampak sosial mendalam yang dirasakan oleh keluarga nasabah hingga generasi penerus.***
Editor : Irma Nurfajri

