KASAD Baru Jenderal Dudung Abdurachman, Ada Masalah Apa dengan Habib Rizieq Shihab?

Dudung Abdurachman resmi menjabat KSAD. Perselisihannya dengan Imam Besar FPI, Habib Rizieq Shihab kembali mengemuka.

KASAD Baru Jenderal Dudung Abdurachman, Ada Masalah Apa dengan Habib Rizieq Shihab?
Jenderal TNI Dudung Abdurachman dilantik sebagai KSAD oleh Presiden Jokowi.

INILAHKORAN, Bandung- Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi melantij Jenderal Dudung Abdurachman sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD). Apa kaitannya dengan Habib Rizieq Shihab?

Dudung Abdurachman dilantik sebagai KSAD Baru di Istana Negara, Rabu, 17 November 2021.

Dudung Abdurachman terlibat friksi dengan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab (HRS).

Baca Juga: Sederet Kontroversi Dudung Abdurachman, 'Rival' FPI yang Bilang Semua Agama Benar

Dudung Abdurachman mulai ramai diperbincangkan saat dirinya memerintahkan prajurit Garnisun Tetap I/Jakarta untuk mencopot baliho FPI yang menampilkan gambar Habieb Rizieq Shihab.

Ketika itu, Dudung Abrurachman diyakini memerintahkan sejumlah mobil Komando Oprasi Khusus (Koopsus) TNI yang berhenti di Petamburan dengan meraungkan sirine.

Lantas siapakan Dudung Abdurachman? Berikut Inilah Koran telah merangkum profil KSAD baru Dudung Abdurachman.

Baca Juga: Mantan Ketum FPI Bebas, Fadli Zon Sebut Sobri Lubis Tahanan Politik

Nama lengkapnya adalah Dudung Abdurachman. Kini dia telah resmi dilantik Jokowi sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD). Dudung lahir di Bandung pada 19 November 1965.

Memulai karir militer dengan mendaftarkan diri di Akademi Militer Magelang pada 1985, dia lulus dari Akmil pada tahun 1988.

Dudung menyelesaikan sekolah mulai dari SD hingga SMA di Bandung dari tahun 1972 hingga 1985.

Kendati lahir di Bandung, Dudung masih memiliki darah Cirebon. Bahkan dia masih keturunan dari salah satu wali songo, yaitu Sunan Gunung Djati.

Dudung vs FPI

Ketika menjabat Pangdam Jaya, Dudung Abdurachman dengan tegas meminta membubarkan FPI, organisasi pimpinan Habib Rizieq Shihab.

“Jangan seenaknya sendiri, seakan akan dia paling benar. Tidak ada itu. Jangan coba-coba pokoknya. Kalau perlu FPI bubarkan saja itu. Bubarkan saja,” ucap Dudung Abdurachman ketika itu.

Baca Juga: Polisi Temukan Kaleng Berisi Serbuk Saat Geledah Bekas Kantor FPI

Usai pernyataan Dudung Abdurachman tersebut, selang 10 hari kemudian pemerintah kemudian membubarkan FPI pada 30 Desember 2020.

Pemerintah membubarkan FPI melalui Surat Keputusan Bersama enam menteri dan kepala lembaga melalui pengumuman pada 30 Desember 2020.

Setelah perseteruan dengan FPI mereda, Dudung Abdurachman kembali terkena sorot tak lama setelah menjadi Pangkostrad.

Di depan para personel Yon Zipur 9 Kostrad dan Ibu Persit dalam kunjungan kerja di Bandung, Dudung Abdurachman meminta para prajurit menghindari fanatik belebihan pada suatu agama.

Baca Juga: Kuasa Hukum Rizieq: Temuan Atribut FPI di Condet Tak Bisa Dikaitkan

“Bijaklah dalam bermain media sosial sesuai dengan aturan yang berlaku bagi prajurit. Hindari fanatik yang berlebihan terhadap suatu agama, karena semua agama itu benar di mata Tuhan,” ucap Dudung Abdurachman.***(Yosep Saepul Ramdan)


Editor : inilahkoran