Kasus Kekerasan Anak di Cimahi Menurun, Pemkot Tingkatkan Upaya Pencegahan
Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Cimahi mencatat adanya 40 kasus kekerasan terhadap anak di wilayahnya sepanjang tahun 2025 hingga akhir Agustus.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Cimahi - Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Keluarga Berencana (DP3AP2KB) kota cimahi mencatat adanya 40 kasus kekerasan terhadap anak di wilayahnya sepanjang tahun 2025 hingga akhir Agustus.
Kendati angka ini menunjukkan penurunan dibandingkan tahun 2024 yang mencatat 52 kasus, DP3AP2KB tetap meningkatkan kewaspadaan dan terus mengintensifkan langkah-langkah preventif.
Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak DP3AP2KB Kota Cimahi, Neneng Mastoah mengungkapkan bahwa ragam kekerasan yang terjadi meliputi kekerasan fisik, verbal, hingga kekerasan seksual.
"Memang ada penurunan angka dibandingkan tahun lalu, tetapi ini tetap menjadi perhatian serius bagi kami. Kekerasan terhadap anak, dalam bentuk apapun, tidak dapat ditoleransi," tegas Neneng pada Rabu 8 Oktober 2025.
Neneng menekankan pentingnya edukasi dan sosialisasi yang komprehensif kepada masyarakat, terutama para orang tua dan tenaga pendidik untuk meningkatkan pemahaman tentang pentingnya pola asuh yang sehat dan deteksi dini terhadap indikasi kekerasan.
"Upaya kami tidak hanya terfokus di lingkungan sekolah, tetapi juga di lingkungan keluarga," jelasnya.
"Pola parenting juga menjadi fokus perbaikan dan kampanye anti-kekerasan harus dilakukan secara masif, termasuk melalui pemanfaatan media sosial dan penyuluhan langsung," bebernya.
Pihaknya berharap, dengan sinergi yang kuat antara pemerintah, masyarakat, lembaga pendidikan, dan berbagai pihak terkait, angka kekerasan terhadap anak dapat terus ditekan hingga mencapai titik nol.
"Kami berharap ke depan dapat mencapai kondisi ideal, yaitu zero kasus kekerasan terhadap anak," ujarnya.
"Namun, untuk mencapai hal tersebut, dibutuhkan dukungan dari seluruh pihak. Ini adalah tanggung jawab kolektif," pungkasnya.***
Editor : Ahmad Sayuti
