Kasus Dugaan Pelecehan Sekpri Sumedang, Pemprov Jabar Siapkan Pendampingan Korban
Pemprov Jabar siap memberikan pendampingan kepada sekpri RY yang diduga menjadi korban kekerasan. Pendampingan menunggu hasil investigasi dan asesmen.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Pemerintah Provinsi Jawa Barat menegaskan siap memberikan pendampingan kepada sekretaris pribadi (Sekpri) berinisial RY, yang diduga menjadi korban pelecehan dan kekerasan oleh Wakil Bupati Sumedang.
Namun, langkah tersebut akan dilakukan setelah tim investigasi menyelesaikan asesmen dan mengeluarkan rekomendasi resmi.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jawa Barat, Adi Komar mengatakan, proses investigasi masih berlangsung. Tim yang dibentuk Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat ini terus mengumpulkan keterangan dan melakukan pemeriksaan terhadap pihak-pihak terkait.
"Saya pikir sudah berjalan. Karena kan begitu ditugaskan, langsung bergerak," ujar Adi, Jumat (4/9/2026).
Menurut Adi, Pemprov Jabar belum dapat menyimpulkan langkah lanjutan sebelum hasil investigasi dan asesmen rampung. Kendati demikian, pemerintah daerah memastikan akan memenuhi kebutuhan pendampingan apabila direkomendasikan oleh tim pemeriksa.
"Kalau misalkan memang dibutuhkan, nanti dari tim asesmen rekomendasinya untuk pendampingan, ya kita pasti akan minta untuk dipenuhi pendampingan-pendampingannya," ucapnya.
Ia menegaskan, tim investigasi bekerja secara profesional dan berhati-hati untuk memastikan seluruh fakta terungkap secara objektif. Hingga saat ini, dirinya belum menerima laporan rinci mengenai perkembangan hasil pemeriksaan.
"Saya belum dapat info detail lagi dari tim investigasi," katanya.
Selain mengusut dugaan kasus tersebut, Pemprov Jabar juga menaruh perhatian pada aspek pembinaan kepala daerah. Langkah itu dinilai penting, guna menjaga tata kelola pemerintahan tetap berjalan baik serta mencegah dampak terhadap pelayanan masyarakat.
"Pemprov berkomitmen memberikan pembinaan bagi kepala daerah dan yang pasti, tim investigasi, Inspektorat, juga memastikan bahwa tidak ada gangguan-gangguan layanan publik akibat terjadinya peristiwa itu," tuturnya.
Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi membentuk tim investigasi untuk memeriksa Wakil Bupati Sumedang Fajar Aldila, setelah muncul dugaan pelecehan dan penganiayaan terhadap sekretaris pribadi berinisial R.
Menurut Dedi, investigasi diperlukan agar seluruh fakta dapat diungkap secara transparan dan tidak berkembang menjadi spekulasi di ruang publik.
“Menyikapi berita tentang peristiwa yang dialami oleh Wakil Bupati Sumedang. Pemerintah Provinsi Jawa Barat hari ini membentuk tim investigasi untuk melakukan pemeriksaan terhadap Wakil Bupati Sumedang agar peristiwa itu bisa tersaji secara objektif, bukan berdasarkan opini atau asumsi,” ujar Dedi.
Dedi juga meminta seluruh pihak menahan diri dan tidak membangun opini, sebelum hasil investigasi diumumkan secara resmi oleh pemerintah.
“Untuk itu pada semua pihak mohon bersabar, sebelum hasil investigasi kami sampaikan, tidak dulu memberikan opini atau narasi,” ucapnya.
Editor : Ahmad Sayuti

