KBRI Bekali Tim HWC dengan Beras dan Rice Cooker
Setelah tiga hari berada di Mexico City, tim nasional untuk Homeless World Cup (HWC) 2018 akhirnya bisa merasakan nasi dan cita rasa Indonesia. Semua berkat kehadiran staf Kedutaan Besar Republik Indo
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Mexico – Setelah tiga hari berada di Mexico City, tim nasional untuk Homeless World Cup (HWC) 2018 akhirnya bisa merasakan nasi dan cita rasa Indonesia. Semua berkat kehadiran staf Kedutaan Besar Republik Indonesia di Mexico City yang menyambangi tim sembari membawa 12 kotak nasi kuning, beras seberat 6,8 kilogram, dan rice cooker di Best Western Estoril Hotel, Mexico, Senin (12/11/2018).
“Mudah-mudahan saat pembukaan dan pertandingan pertama nanti bisa hadir kembali,” kata staf KBRI Narindra Bikka Mitya yang datang bersama dua rekan kerjanya.
Memang sudah menjadi tugas dan kewajiban dari staf KBRI untuk selalu melindungi setiap warga negara Indonesia yang datang ke negara tempatnya bertugas. Soal beras dan magic jar itu, Bikka berharap bisa memberi pasokan tenaga bagi tim Indonesia yang bakal bertanding mulai Selasa, 13 November 2018.
“Yang tanding harus besar tenaganya,” kata Bikka.
Manajer tim nasional untuk HWC 2018, Yana Suryana mengapresiasi kepedulian KBRI tersebut. Menurutnya, nasi kuning dengan mie goreng, rolade telur, ayam opor, dan martabak mini bisa mengobati kerinduan tim akan masakan rumah di Indonesia.
“Bahagia serasa di rumah, apalagi dapat sambel buatan rumahan, karena sambel yang kita bawa buatan pabrik,” kata Yana sembari menambahkan nasi yang dimasukkan dalam kotak dan plastik tersebut mengingatkannya akan momen sarapan atau pulang dari pengajian di kampung halamannya.
Salah seorang pemain, Dego Z Arifin tampak sumringah begitu melihat nasi. Dego tidak sungkan meminta teman-teman satu timnya apabila tidak bisa menghabiskan makanannya untuk membagi nasi kuning dan lauknya kepadanya.
“Sok lah nasi kuning mah, mana sini?” ujar Dego di sela-sela waktu makannya.
Pemain lain, Moh. Fajar Priatna mengacungkan sambal di kemasan botol. “Sekarang makan gak perlu pakai ini,” katanya.
Editor : inilahkoran

