Keandalan Listrik Jadi Fondasi Daya Saing Dunia Usaha

Ketua Kadin Kota Bandung Iwa Gartiwa menilai keandalan pasokan listrik menjadi salah satu fondasi penting bagi daya saing dunia usaha.

Keandalan Listrik Jadi Fondasi Daya Saing Dunia Usaha
Menurut Iwa, hampir seluruh aktivitas bisnis membutuhkan listrik, mulai dari pengoperasian mesin produksi, pemanfaatan teknologi, penyimpanan barang, hingga berbagai aktivitas dalam rantai pasok. (ilustrasi/dok)

INILAHKORAN.ID - Ketua Kadin Kota Bandung Iwa Gartiwa menilai keandalan pasokan listrik menjadi salah satu fondasi penting bagi daya saing dunia usaha guna membantu perusahaan menjaga kelancaran produksi, efisiensi biaya, serta kepastian dalam menjalankan dan mengembangkan kegiatan bisnis.

“Listrik adalah darah yang mengalirkan seluruh kegiatan ekonomi,” ujar Iwa, Selasa (6/10/2026).

Menurut Iwa, hampir seluruh aktivitas bisnis membutuhkan listrik, mulai dari pengoperasian mesin produksi, pemanfaatan teknologi, penyimpanan barang, hingga berbagai aktivitas dalam rantai pasok.

Dukungan pasokan yang andal membantu pelaku usaha menjaga operasional dan mempertahankan produktivitas. Kepastian tersebut juga dibutuhkan ketika perusahaan merencanakan peningkatan kapasitas atau melakukan ekspansi.

“Energi adalah infrastruktur kepercayaan. Tanpa kepastian, tidak ada investasi besar,” katanya.

Menurut Iwa, kebutuhan energi dunia usaha terus berkembang seiring perubahan struktur ekonomi. Industri pengolahan logam, kimia, makanan beku, manufaktur, hingga sektor berbasis teknologi memiliki karakteristik kebutuhan listrik yang berbeda.

Pada industri makanan beku, misalnya, listrik dibutuhkan untuk menjaga sistem pendinginan agar kualitas produk tetap terjaga. Sementara sektor manufaktur membutuhkan listrik untuk mengoperasikan mesin dan berbagai perangkat produksi.

Perkembangan ekonomi digital juga memperluas pemanfaatan listrik, termasuk untuk sistem digital, pusat data, dan berbagai fasilitas berbasis teknologi. Di sisi lain, kendaraan listrik turut menciptakan kebutuhan terhadap infrastruktur kelistrikan baru.

Perkembangan tersebut membuat layanan kelistrikan perlu mengikuti kebutuhan dunia usaha yang semakin beragam.

Di Jawa Barat, PLN UID Jabar memberikan dukungan terhadap pelanggan dengan kebutuhan daya besar. Salah satunya melalui penyediaan listrik sebesar 250 MVA kepada IKPP Karawang untuk mendukung ekspansi industri.

PLN juga mengembangkan infrastruktur kendaraan listrik di Jawa Barat sebagai bagian dari meningkatnya kebutuhan ekosistem kendaraan listrik.

Menurut Iwa, perkembangan tersebut menunjukkan bahwa hubungan antara kelistrikan dan dunia usaha semakin luas.

“Dunia usaha membutuhkan energi yang dapat mendukung produktivitas dan perkembangan kegiatan bisnis,” katanya.

Ketika kebutuhan energi dapat dipenuhi secara andal, perusahaan memiliki ruang untuk menjaga produktivitas, meningkatkan kapasitas, dan mengembangkan kegiatan usaha.

Aktivitas tersebut kemudian dapat memberikan dampak lebih luas melalui kebutuhan tenaga kerja, rantai pasok, perdagangan, dan jasa pendukung.

Dengan demikian, keandalan listrik menjadi salah satu bagian dari infrastruktur yang menopang daya saing dunia usaha sekaligus pergerakan ekonomi di daerah.


Editor : Doni Ramdhani