Keberhasilan Ringkus Pelaku Curat Dibayar Mahal, Santri dari Keluarga Kurang Mampu Harus Jalani Operasi di RSUD Cibinong

Keberhasilan kyai dan  santri Pondok Pesantren Hidayatul Zamzami di Kampung Kaum Pandak Lebak RT 02 RW 12 Kelurahan Karadenan, Cibinong meringkus pelaku pencurian dengan pemberatan (Curat) dengan tangan kosong harus dibayar mahal.

Keberhasilan Ringkus Pelaku Curat Dibayar Mahal, Santri dari Keluarga Kurang Mampu Harus Jalani Operasi di RSUD Cibinong
Keberhasilan kyai dan  santri Pondok Pesantren Hidayatul Zamzami di Kampung Kaum Pandak Lebak RT 02 RW 12 Kelurahan Karadenan, Cibinong meringkus pelaku pencurian dengan pemberatan (Curat) dengan tangan kosong harus dibayar mahal./Reza Zurifwan

INILAHKORAN, Bogor -  Keberhasilan kyai dan  santri Pondok Pesantren Hidayatul Zamzami di Kampung Kaum Pandak Lebak RT 02 RW 12 Kelurahan Karadenan, Cibinong meringkus pelaku pencurian dengan pemberatan (Curat) dengan tangan kosong harus dibayar mahal.


Hal itu karena empat orang santri dan satu orang Ustad atau Kyai mengalami luka tusuk dibagian kepala, badan, paha dan kaki hingga harus menjalani perawatan di Rumah Sakit.


Bahkan, santri atas nama Fadli kini menjalani operasi karena bagian belakang kepalanya mengenai luka tusuk srnjata tajam jenis pisau milik pelaku.


"Empat orang santri dan saya juga mengalami luka tusuk, kami mengalami luka di perut, punggung, paha dan kaki akibat ditusuk pisau oleh pelaku Curat," ucap Ustad Sihab kepada wartawan, Rabu, 11 Desember 2024.


Ia menuturkan dua orang santri diobati Rumah Sakit Islam Aysha Karadenan dan dua orang santri lainnya termasuk dirinya diobati di RSUD Cibinong.


"Tiga orang santri dan saya dibolehkan pulang setelah luka ditusuk telah dijahit oleh dokter, sementara satu orang santri bernama Fadli harus menjalani operasi di RSUd Cibinong karena luka tusuk dibagian belakang kepalanya," tutur Ustad Sihab.


Ia mengaku bingung atas biaya pengobatan Fadli, karena orang tuanya adalah termasuk golongan kurang mampu. Apalagi dengan keterbatasan kemampuan ekonomi keluarganya, Fadli juga tidak termasuk peserta BPJS Kesehatan.


"Fadli tidak tercover biaya pengobatannya, karena bukan peserta BPJS Kesehatan. Mudah-mudahan ada solusi dalam biaya pengobatannya," tukasnya.***


Editor : JakaPermana