Kecewa Dideportasi, Bonnie Blue Bintang Film Dewasa Seret Bendera Indonesia di Depan KBRI
Bonnie Blue melampiaskan kekecewaanya dengan menyeret bendera Indonesia di depan KBRI usai dideportasi dari Bali.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Nama Bonnie Blue, bintang film dewasa asal Inggris, kembali menuai sorotan publik internasional.
Kali ini, ia memicu kontroversi setelah merekam aksinya menyeret Bendera Indonesia di belakang tubuhnya tepat di depan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di London.
Aksi tersebut direkam dan dibagikan Bonnie sebagai bentuk respons atas deportasinya dari Indonesia. Dalam video yang beredar di media sosial, Bonnie secara terbuka menyinggung pemerintah Indonesia terkait larangan syuting yang ia lakukan saat berada di Bali.
“Katanya aku tidak menghormati Bali dan aku dideportasi karena melakukan syuting. Jadi hari ini aku akan syuting di depan kedutaan dan menunjukkan kepada mereka,” ujar Bonnie dalam video tersebut.
Ia juga melontarkan pernyataan bernada provokatif dengan menyebut bahwa aksinya kali ini justru akan dilakukan di luar wilayah Indonesia. Bonnie menyinggung bahwa deportasi yang ia alami merupakan akibat dari pembuatan konten asusila di ruang publik saat berada di Bali.
“Kalian pikir aku tidak menghormati Bali? Tunggu saja sampai orang-orang ini selesai denganku, dan aku akan melakukannya tepat di luar kedutaan,” ucapnya lagi dalam rekaman tersebut.
Sebagaimana diketahui, Bonnie Blue sebelumnya dideportasi dari Indonesia setelah terbukti membuat konten dewasa di ruang publik di Bali. Tak hanya dideportasi, ia juga dijatuhi larangan masuk ke Bali selama 10 tahun.
Selain sanksi keimigrasian, Bonnie juga dikenai denda sebesar £8,50, atau sekitar Rp200 ribu, sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Aksi terbarunya di London tersebut menuai kecaman luas dari warganet Indonesia. Banyak yang menilai tindakan Bonnie sebagai bentuk pelecehan terhadap simbol negara dan tidak menghormati kedaulatan Indonesia.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pihak KBRI London terkait video tersebut. Namun, insiden ini kembali memantik perdebatan soal etika, hukum internasional, serta batas kebebasan berekspresi di ruang publik.
Editor : Firda Rachmawati


