Keinginan Persib Bakal Segera Terwujud
Keinginan Persib Bandung untuk menjalani turnamen sebelum Liga 1 2021 digulirkan akan segera terwujud. Pasalnya, PT Liga Indonesia Baru (LIB) baru saja menggelar pertemuan dengan pihak Kepolisian Republik Indonesia (Polri).
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandung - Keinginan Persib Bandung untuk menjalani turnamen sebelum Liga 1 2021 digulirkan akan segera terwujud. Pasalnya, PT Liga Indonesia Baru (LIB) baru saja menggelar pertemuan dengan pihak Kepolisian Republik Indonesia (Polri).
Direktur Utama PT LIB Akhmad Hadian Lukita bahkan menargetkan izin dari pihak Kepolisian bisa didapatkan pada pekan ini. Sebab menurut rancangannya, turnamen pramusim ini akan digelar pada 20 Maret mendatang.
"Mudah-mudahan pekan ini izin bisa keluar, beliau-beliau (Polri) mengerti. Kalau sudah ada rekomendasi, akan kami kumpulkan peserta di club meeting," ujar Akhmad Lukita.
Akhmad Lukita membeberkan cukup banyak yang dibahas dalam pertemuan tersebut. Terutama dari segi teknis penyelenggaraan turnamen.
Seperti halnya jumlah peserta yang mengikuti turnamen sebanyak 20 tim. 18 tim dari Liga 1 dan dua tim dari Liga 2, yakni PSMS Medan dan Sriwijaya FC.
Sementara format turnamen akan menggunakan single round robin. Juara serta tiga tim runner-up terbaik dari masing-masing grup akan lolos ke babak delapan besar.
Di delapan besar, format menggunakan sistem single match. Jika hasil akhir imbang akan dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu hingga adu penalti. Begitupun babak semifinal dan final.
Total 48 pertandingan turnamen pramusim ini bakal tayang secara langsung di televisi. Seluruh pertandingan akan berlangsung dengan protokol kesehatan (prokes) yang sangat ketat dan tentunya tanpa penonton.
"Sudah membahas banyak teknis dengan Polri, akan langsung dirapatkan segera untuk segera dikeluarkan rekomendasi. Kalau protokol kesehatan sudah oke tidak ada masalah," tambahnya.
Meski demikian, Persib dipastikan tidak bisa bermain di kandangnya di Bandung. Pasalnya, PT LIB hanya merekomendasikan seluruh pertandingan digelar di empat Kota.
Empat kota yang disiapkan adalah Solo, Sleman, Magelang, dan Semarang. Sementara alternatif kedua yang disiapkan adalah Solo, Samarinda, Lampung, dan Palembang.
"Kami membahas kota-kota mana yang diajukan. Ada beberapa yang beda, tetapi tidak semua berubah. Waktu di rapat untuk diganti alternatif. Dibahas juga penanganan suporter bagaimana. Kami minta 20 Februari sudah ada informasi terkait izin," jelasnya.
Sebelumnya, Direktur PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Teddy Tjahjono meminta kepada PSSI maupun PT LIB untuk bisa menggelar turnamen sebelum Liga 1 2021 digulirkan. Tujuannya agar seluruh tim memiliki persiapan yang matang lantaran sudah hampir setahun tidak menjalani pertandingan akibat pandemi Covid-19.
"Untuk mengisi kekosongan menunggu Agustus atau September 2021, bisa dilaksanakan kegiatan sepak bola antara Februari sampai Juni atau Juli. Dan kita harus ingat bahwa di tanggal 13-14 Mei adalah Idul Fitri, sehingga pelaksanaan event tersebut harus disesuaikan," kata Teddy.
Senada diungkapkan pelatih Persib, Robert Rene Alberts. Pelatih asal Belanda ini berharap agar PSSI atau PT LIB bisa menggelar turnamen sebelum melaksanakan Liga 1 2021.
Pasalnya, dikatakan Robert, sudah cukup lama para pemain tidak menghadapi pertandingan. Terakhir terjadi pada pertengahan Maret 2020 seiring ditundanya Liga 1 2020 akibat pandemi Covid-19.
Pelatih berusia 65 tahun ini menilai turnamen itu bisa digelar pada akhir Maret atau April ini. Sehingga para klub memiliki waktu untuk mempersiapkan para pemainnya dengan baik.
"Klub juga bisa mulai mencari pemain asing karena seperti diketahui sulit melakukan penerbangan dari luar negeri karena adanya regulasi lockdown dari beberapa negara dan kebijakan karantina ketika memasuki suatu negara," kata Robert.
Karena itu, Robert menilai gelaran turnamen adalah jalan terbaik bagi seluruh tim sebelum memulai Liga. Sehingga para tim bisa tampil maksimal di laga sebenarnya.
"Jika melihat Agustus, saat itu kita sudah tahu hasil dari vaksin dan bagaimana penanganan Covid bukan cuma di Indonesia tapi di dunia dan jika Indonesia bisa mengikuti jalannya musim seperti di Eropa saya rasa akan ada banyak kemudahan untuk Indonesia," katanya.
Selain itu, jika mengikuti sistem kompetisi di Eropa pada musim 2021-2022, lanjut Robert, Indonesia akan memiliki keuntungan yang sangat besar. Seperti halnya transfer window pemain hingga jadwal tampil di turnamen besar yang diagendakan FIFA.
"Saya rasa demi kebaikan, mulai turnamen pada akhir Maret atau awal April hingga Juni atau Juli. Lalu setelah itu klub bisa bergerak lagi seperti mulai mengontrak pemain termasuk pemain asing dengan kualitas yang bagus dan kami bisa fokus serta menyiapkan pramusim yang bagus supaya bisa kembali bermain di Liga pada Agustus 2021," pungkasnya. (Muhammad Ginanjar)
Editor : Doni Ramdhani

