Keluar Tak Terkendali Jelang Ramadhan 1445 H, PPKS di Cimahi Bakal Direhabilitasi di UPTD Bina Karya Cisarua
Maraknya Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) yang kerap berkumpul di sejumlah titik di wilayah Kota Cimahi acap kali memicu terjadinya gangguan ketertiban di masyarakat.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, CImahi - Maraknya Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) yang kerap berkumpul di sejumlah titik di wilayah Kota Cimahi acap kali memicu terjadinya gangguan ketertiban di masyarakat.
Apalagi, jelang bulan suci Ramadhan 1445 Hijriah, keberadaan PPKS di Kota Cimahi kian tak terkendali dan berkumpul di ruas-ruas pinggir jalan arteri, seperti di kawasan Jalan Sudirman dan Jalan Amir Mahmud Kota Cimahi.
"Mendekati bulan Ramadhan 1445 Hijriah ini, Dinas Sosial (Dinsos) Kota Cimahi bakal meningkatkan pengawasan kepada PPKS yang kerap menyebabkan gangguan ketertiban masyarakat dengan keluar secara tidak terkendali," kata Kabid Perlindungan Jaminan Sosial dan Penanganan Fakir Miskin Dinsos Cimahi, Agustus Fajar Senjaya baru baru ini.
Pihaknya pun bakal berkoordinasi dengan Satpol PP untuk melakukan monitoring pada sejumlah titik yang kerap dijadikan lokasi mangkal PPKS.
"Jelang puasa, ranah ketertiban umum itu ada di Satpol PP. Sehingga, kita akan berkoordinasi dengan mereka untuk melakukan monitoring," ujarnya.
Meski begitu, ungkap Agus, diperlukan fungsi persuasif sebagai upaya mengingatkan kaitan sanksi dan lain sebagainya. Namun, hal itu bukan kewenangan dari Dinsos.
"Kita fasilitasi bagi PPKS yang ingi berubah dan itu bisa dilakukan. Namun, lantaran permasalahan mereka itu beragam, maka kita akan sesuaikan treatmentnya sesuai dengan persoalan mereka," ungkapnya.
Agus menyebut, program tersebut sudah dimulai sejak 1 Maret 2024 dan bagi warga Cimahi dan non Cimahi yang memiliki permasalahan sosial bisa dibawa ke UPTD Bina Karya Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.
"Memang ada akses bagi mereka yang memiliki kesulitan tersebut dan mereka bisa datang ke Cisarua, Bandung Barat," sebutnya.
"Namanya UPTD Griya Bina Karya Cisarua. Jadi mereka yang berkeluarga, gelandangan, pengemis, atau pun keluarga miskin rentan yang jadi gelandangan direhabilitasi di sana," tambahnya.
Di UPTD Bina Karya Cisarua, sambung Agus, mereka akan tinggal di sana dan mendapatkan pembinaan serta dukungan kebutuhan pokok untuk menjadi mandiri.
"Keterampilannya juga dilatih di sana, sehingga mereka bisa memiliki keterampilan untuk bekerja," jelasnya.
Namun, saat ini pihaknya tengah berupaya melakukan pendekatan dengan berbagai SDM. Termasuk, pekerja sosial dan relawan sosial untuk bertemu dengan PPKS guna menanyakan asal dan mencatat aktivitas mereka.
"Bagi yang di luar Kota Cimahi, kita bakal lakukan tindakan persuasif. Kita sarankan mereka untuk tidak lagi ke Cimahi," tuturnya.
"Karena aktivitas yang mereka lakukan itu kalau dari sisi kepemerintahan secara aturan tidak mematuhi tata tertib atau ketertiban masyarakat," tandasnya.*** (agus satia negara)
Editor : JakaPermana
