Pemkot Cimahi Bentuk UPTD untuk Dongkrak PAD dari Aset Daerah
Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi berencana membentuk Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD) Barang Milik Daerah (BMD) sebagai langkah strategis untuk mengoptimalkan pendapatan asli daerah (PAD).
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, cimahi – Pemerintah Kota (Pemkot) cimahi berencana membentuk Unit Pelayanan Teknis Daerah (uptd) Barang Milik Daerah (BMD) sebagai langkah strategis untuk mengoptimalkan pendapatan asli daerah (pad).
Unit ini akan fokus pada pengelolaan aset-aset potensial milik Pemkot cimahi yang dapat menghasilkan pad.
Wakil Wali Kota cimahi, Adhitia Yudisthira, mengungkapkan bahwa UPT BMD akan bertugas mengoptimalisasi potensi pad dari aset-aset yang dimiliki Pemkot cimahi.
"Tugasnya UPT BMD ini adalah mengoptimalisasi potensi pad yang dihasilkan dari aset-aset milik Pemerintah Kota cimahi," kata Adhitia.
Melalui uptd ini, Pemkot cimahi berencana menyewakan berbagai aset daerah, termasuk cimahi Techno Park (BITC), Baros Information, Technology dan Creative Center (BITC), aula-aula, dan aset lainnya. Langkah ini diambil sebagai upaya konkret untuk meningkatkan pad Kota cimahi.
Pembentukan uptd baru ini merupakan respons Pemkot cimahi terhadap pemangkasan dana transfer dari pemerintah pusat sebesar Rp 238 miliar.
"Ya sekarang harus kreatif, harus improve. Kalau enggak improve, ya susah," kata Adhitia, menekankan pentingnya inovasi dalam menghadapi tantangan keuangan daerah.
Adhitia menjelaskan, target realisasi pad tahun 2026 dari pajak daerah, retribusi daerah, dan sumber lainnya mencapai Rp 590 miliar. Meskipun demikian, Pemkot cimahi memastikan tidak akan menaikkan tarif pajak seperti Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) untuk mendongkrak keuangan daerah.
"Potensi pendapatan kan kita proyeksikan tahun depan masih di angka Rp 590 miliar. Nah, kita berkaca pada beberapa hal yang menjadi kejadian di tahun ini. Misalkan, opsen pajak. Opsen pajak kan baru di trial di 2025," jelasnya.***
Editor : Ahmad Sayuti

