Kemarau Datang, Warga Singkup Rela Bolak-balik Angkut Air Demi Kebutuhan Sehari-hari
Musim kemarau membuat sebagian warga di Kelurahan Singkup, Kecamatan Purbaratu, Kota Tasikmalaya, harus berjuang mendapatkan air bersih.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID – Musim kemarau membuat sebagian warga di Kelurahan singkup, Kecamatan Purbaratu, Kota Tasikmalaya, harus berjuang mendapatkan air bersih. Setiap hari mereka mendatangi penampungan air swadaya di Kampung Garempay untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.
Ade Kurnia (33), warga Babakan Singkup, mengaku telah mengambil air dari penampungan tersebut sejak awal musim kemarau pada Mei lalu. Air yang dibawanya digunakan untuk dua keluarga.
Dalam sehari, Ade bisa mengangkut hingga sekitar 120 galon air untuk kebutuhan mandi, mencuci pakaian, mencuci peralatan makan, hingga kebutuhan rumah tangga lainnya.
"Saat kemarau kami harus menghemat air. Cucian sering ditumpuk dulu sampai banyak baru dicuci," katanya, Kamis (16/7/2026).
Menurut Ade, wilayah tempat tinggalnya berada di dataran tinggi sehingga sumur warga mudah mengering. Bahkan sumur sedalam 38 meter tidak lagi mengeluarkan air saat kemarau.
Ia mengatakan, berdasarkan keterangan pembuat sumur, air baru bisa diperoleh jika pengeboran mencapai kedalaman lebih dari 140 meter. Sementara biaya pembuatan sumur mencapai sekitar Rp700 ribu per meter.
"Sangat terbantu dengan adanya penampungan air ini. Kalau harus membuat sumur sendiri, biayanya sangat besar," ujarnya.
Perjuangan serupa dialami Feri. Setiap hari ia harus bolak-balik mengangkut dua jeriken berkapasitas 30 liter dari penampungan air menuju rumahnya.
"Sehari minimal tiga kali bolak-balik. Kalau hari Jumat bisa sampai tujuh kali karena jadwal mencuci. Pinggang sampai terasa panas karena sering mengangkut air," katanya.
Keberadaan penampungan air swadaya yang dibangun warga sejak 2011 menjadi harapan masyarakat saat kemarau tiba. Selain melayani pelanggan melalui jaringan pipa, lokasi tersebut juga menjadi tempat warga sekitar mengambil air secara langsung menggunakan jeriken maupun galon.***
Editor : JakaPermana

