Kematian sang Istri Masih Menjadi Misteri, Suami Korban Dugaan Pembunuhan di Lembur Sawah Minta Keadilan

Warga Kampung Lembur Sawah, RW 16, Kelurahan Utama, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, digegerkan dengan penemuan mayat seorang wanita berinisial Tati (55) di kediamannya pada Senin 20 Oktober 2025. 

Kematian sang Istri Masih Menjadi Misteri, Suami Korban Dugaan Pembunuhan di Lembur Sawah Minta Keadilan
Warga Kampung Lembur Sawah, RW 16, Kelurahan Utama, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, digegerkan dengan penemuan mayat seorang wanita berinisial Tati (55) di kediamannya pada Senin 20 Oktober 2025. 

INILAHKORAN, Cimahi – Warga Kampung Lembur Sawah, RW 16, Kelurahan Utama, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, digegerkan dengan penemuan mayat seorang wanita berinisial Tati (55) di kediamannya pada Senin 20 Oktober 2025. 

Jasad korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan dengan luka di bagian kepala, memicu dugaan kuat bahwa ia menjadi korban pembunuhan.
 
Kasat Reskrim Polres Cimahi, AKP Teguh Kumara mengonfirmasi penemuan mayat tersebut. "Benar, kami menerima laporan dari warga mengenai penemuan seorang perempuan meninggal dunia di rumahnya. Informasi ini kami terima dari Babinkamtibmas dan Kapolsek Cimahi Selatan," kata Teguh.
 
Tim Unit Identifikasi dan Unit Piket Satreskrim Polres Cimahi segera diterjunkan ke lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). 
"Tim sudah melakukan olah TKP. Tapi kami belum bisa menyimpulkan temuan apa saja dari dalam rumah korban," ucapnya.
 
Berdasarkan informasi awal, korban tinggal bersama suaminya, Triyadi (62). Namun, saat kejadian yang bersangkutan sedang berada di luar kota. 
"Jenazah pertama kali ditemukan oleh anak kandung korban yang rumahnya bersebelahan," imbuhnya.
 
Triyadi yang saat itu tengah dalam perjalanan dari Indramayu menuju Bandung, mengaku sangat terpukul saat mendengar kabar kematian istrinya. 
"Saya ditelepon anak, disuruh membangunkan mama. Tapi saat saya hubungi istri, nomornya tidak aktif. Saya pikir mungkin sedang pergi ke pasar," kata Triyadi.
 
Triyadi mengaku, dirinya sempat meminta anaknya untuk melakukan panggilan video untuk melihat kondisi istrinya, namun karena kendala sinyal, ia hanya meminta dikirimkan foto. 
"Saat melihat fotonya, wajahnya sudah hancur. Saya langsung lemas, pikiran saya kosong," ujarnya.
 
Triyadi mengungkapkan bahwa tidak ada barang berharga yang hilang dari rumahnya, kecuali sejumlah uang tunai. "Perhiasan istri saya masih lengkap, tapi uang hasil dagang dan parkiran sekitar lima hingga tujuh juta rupiah hilang," katanya.
 
Korban diketahui sehari-hari berjualan di warung kecil di depan rumahnya, serta mengelola tempat parkir dan rental PlayStation. Aktivitas sehari-harinya dikenal rutin dan jarang meninggalkan rumah.
 
Beberapa warga sekitar mengaku mendengar suara tangisan dan keributan pada malam sebelum kejadian. "Ada yang bilang sempat mendengar keributan dan tangisan, tapi kami pikir hanya cekcok biasa," ujarnya.
 
Polisi menemukan bercak darah di dinding kamar yang juga berfungsi sebagai ruang bermain PlayStation. "Ada bercak darah di tembok bagian bawah kamar, sudah kering," tambahnya.
 
Hingga saat ini, Polres Cimahi masih terus mendalami kasus ini dan belum menetapkan tersangka maupun motif di balik kematian korban.
 
Triyadi berharap pihak kepolisian dapat segera menemukan pelaku pembunuhan istrinya. "Saya tidak terima istri saya diperlakukan seperti itu. Saya hanya ingin pelaku segera tertangkap dan diadili seadil-adilnya," ucapnya. *** 


Editor : JakaPermana