Kemendikdasmen Butuh Rp119 Miliar di 2026 untuk Cetak 31 Juta Buku Literasi Anak Indonesia
Upaya memperkuat budaya literasi di Indonesia kembali menjadi sorotan. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memperkuat kolaborasi dengan DPR RI untuk memastikan anak-anak Indonesia memiliki akses yang lebih luas terhadap bahan bacaan bermutu.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung – Upaya memperkuat budaya literasi di Indonesia kembali menjadi sorotan. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memperkuat kolaborasi dengan DPR RI untuk memastikan anak-anak Indonesia memiliki akses yang lebih luas terhadap bahan bacaan bermutu.
Kepala Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikdasmen Imam Budi Utomo menyebut, sinergi dengan Komisi X DPR RI melalui kegiatan Diseminasi Bahan Penguatan Program Literasi Kebahasaan dan Kesastraan 2025 di Kota Bandung, Senin 6 Oktober 2025, diharapkan mampu memperkuat posisi bahasa Indonesia yang kini mulai tergerus oleh budaya asing.
Menurut Imam, salah satu langkah penting dalam penguatan literasi adalah memastikan ketersediaan buku bacaan di seluruh penjuru negeri, terutama di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) yang masih kekurangan.
“Tahun 2026 masih kurang Rp119 miliar. Kebutuhan kami memiliki 31 juta eksemplar, sementara sekarang baru ada sekitar 10 juta eksemplar. Itu kebutuhan nasional, khususnya di wilayah 3T, terutama di satuan pendidikan dengan nilai literasi kategori 1 atau 2,” ujar Imam.
Ia menegaskan, tambahan anggaran menjadi krusial untuk menutup kesenjangan akses buku bacaan dan meningkatkan kemampuan literasi anak Indonesia. Karena itu, ia berharap Komisi X DPR RI dapat membantu mendorong peningkatan anggaran pada 2026.
“Makanya tadi kami sampaikan ke Ibu Melly Goeslaw anggaran terkait literasi. Alhamdulillah, beliau memberikan respons positif dalam rangka mengembangkan literasi,” tambahnya.
Sementara itu, Anggota Komisi X DPR RI Melly Goeslaw menyampaikan apresiasi atas langkah Kemendikdasmen dalam memperkuat literasi generasi muda, khususnya dalam hal bahasa Indonesia yang ia nilai sebagai identitas sekaligus alat pemersatu bangsa.
“Memang, saya akui. Kita di Komisi X sedih banget, karena anggarannya sedikit. Apalagi Perpusnas. Saya akan fight, nanti akan saya sampaikan di Komisi X. In syaa Allah kita perjuangkan kenaikan (anggarannya),” tandas Melly.
Dengan tambahan anggaran Rp119 miliar yang diusulkan, pemerintah menargetkan pemenuhan 31 juta eksemplar buku bacaan di seluruh Indonesia, sebuah langkah penting untuk menumbuhkan minat baca, memperkuat karakter anak bangsa, dan menjaga martabat bahasa Indonesia di tengah derasnya arus globalisasi. (Yuliantono)
Editor : Ahmad Sayuti
