Kemendikdasmen Dorong Penerapan Pembelajaran Mendalam di Jenjang PAUD

Kemendikdasmen mendorong pemenuhan pembelajaran bermakna pada jenjang Pendidikan PAUD melalui penerapan pendekatan pembelajaran mendalam di TK.

Kemendikdasmen Dorong Penerapan Pembelajaran Mendalam di Jenjang PAUD
Murid TK Bunda Ganesha mengikuti pembelajaran Dunia Reptil di Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat pada Rabu (22/7/2026). ANTARA

INILAHKORAN.ID – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mendorong pemenuhan pembelajaran bermakna pada jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) melalui penerapan pendekatan deep learning (pembelajaran mendalam) di Taman Kanak-Kanak (TK).

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat menjelaskan, pendekatan ini mendorong anak aktif mengamati, bertanya, bereksplorasi, dan berkolaborasi. Langkah ini menjadi fondasi penting untuk membentuk karakter, kreativitas, dan kemampuan berpikir kritis sejak dini.

“Melalui deep learning, kita ingin menciptakan lingkungan di mana siswa aktif membangun pemahamannya sendiri. Guru berperan sebagai fasilitator yang membimbing mereka menemukan jawaban,” kata Atip dalam keterangan tertulis di Jakarta seperti dikutip dari Antara, Kamis (23/7/2026).

Implementasi deep learning telah diterapkan di sejumlah sekolah, salah satunya TK Gagas Ceria, Kota Bandung. Kepala Sekolah TK Gagas Ceria, Catur Wulandari, menilai pendekatan ini efektif merawat rasa ingin tahu alami anak melalui pengalaman eksploratif.

“Guru lebih banyak mengajak anak mengamati, mencoba, berdiskusi, dan merefleksikan pengalaman ketimbang langsung memberikan jawaban. Keberhasilan diukur dari proses belajar yang dialami anak, salah satunya lewat pembelajaran berbasis proyek yang dekat dengan keseharian mereka,” ujar Catur.

Praktik serupa diterapkan di TK Bunda Ganesha. Kepala Sekolah Susi Hindayani menjelaskan, pihaknya menata lingkungan belajar yang interaktif serta memberikan pertanyaan pemantik agar anak terdorong berpikir lebih dalam.

"Indikator keberhasilan kami mengacu pada perkembangan holistik anak," tutur Susi.

Sebagai contoh, lewat proyek bertema "Dunia Reptil", para siswa diajak mengamati reptil, berdiskusi tentang habitatnya, hingga merancang diorama secara berkelompok.

"Melalui kegiatan ini, anak belajar berbagi, berkolaborasi, mengambil keputusan, mengasah kemampuan visual-spasial, sekaligus menumbuhkan empati terhadap makhluk hidup," pangkas Susi.


Editor : Ahmad Sayuti