Kementerian PU Salurkan 40 Ribu Liter Air Bersih per Pekan untuk Warga Cimahi
Kementerian PU menyalurkan 40 ribu liter air bersih per pekan bagi warga terdampak kekeringan di Leuwigajah, Kota Cimahi.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID-Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan (BPBPK) Jawa Barat Direktorat Jenderal Cipta Karya terus memperkuat penanganan darurat kekeringan di Kota Cimahi, Jawa Barat.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah mendistribusikan 40.000 liter air bersih setiap pekan bagi masyarakat terdampak.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menegaskan bahwa ketersediaan air bersih merupakan fondasi penting bagi pembangunan berkelanjutan.
Menurutnya, air memiliki peran strategis dalam mendukung sektor pertanian, energi, aksi perubahan iklim, hingga pengentasan kemiskinan.
"Layanan air yang berkualitas merupakan tulang punggung pembangunan ekonomi, sosial, dan lingkungan, terutama bagi wilayah yang menghadapi keterbatasan sumber daya air dan dampak perubahan iklim," kata Dody dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.
Sementara itu, Kepala BPBPK Jawa Barat, M. Reva Sastrodiningrat, menjelaskan distribusi air bersih dilakukan secara rutin dua kali setiap pekan, yakni setiap Selasa dan Jumat.
Sebanyak lima unit mobil tangki dengan kapasitas 4.000 liter per kendaraan dikerahkan pada setiap pengiriman. Dengan demikian, total air bersih yang disalurkan mencapai 20.000 liter dalam sekali distribusi atau sekitar 40.000 liter setiap minggu.
"Sebanyak lima unit mobil tangki air dengan kapasitas masing-masing 4.000 liter dikerahkan pada setiap distribusi. Dengan demikian, total air bersih yang disalurkan mencapai 20.000 liter per pengiriman atau sekitar 40.000 liter per minggu," ujar Reva.
Distribusi bantuan difokuskan ke enam titik pelayanan yang tersebar di empat RW di Kelurahan Leuwigajah, Kota Cimahi. Kawasan tersebut diprioritaskan karena menjadi wilayah dengan tingkat kekeringan paling tinggi selama musim kemarau.
Kondisi kekeringan dipicu oleh kemarau panjang yang menyebabkan menurunnya cadangan air tanah dangkal, yang selama ini menjadi sumber utama kebutuhan air masyarakat.
Sebelum bantuan disalurkan, warga mengandalkan sumur sebagai sumber air bersih. Namun, menyusutnya debit air tanah diperparah dengan belum tersedianya jaringan layanan PDAM di kawasan tersebut sehingga kebutuhan air bersih menjadi semakin mendesak.
Kementerian PU menegaskan bahwa penyediaan air bersih merupakan bagian dari layanan dasar yang harus tetap dipenuhi, terutama dalam situasi darurat.
Karena itu, sinergi dengan Pemerintah Kota Cimahi serta berbagai pemangku kepentingan akan terus diperkuat agar distribusi bantuan air bersih berlangsung efektif, tepat sasaran, dan berkelanjutan bagi masyarakat yang terdampak kekeringan.***
Editor : JakaPermana

