Kenapa Umuh Makin Gerah dengan PSSI?
Manajer tim Persib Bandung, Umuh Muchtar semakin gerah pada PSSI. Pasalnya induk organisasi sepak bola tanah air itu tak kunjung mengalami perubahan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandung - Manajer tim Persib Bandung, Umuh Muchtar semakin gerah pada PSSI. Pasalnya induk organisasi sepak bola tanah air itu tak kunjung mengalami perubahan.
Bahkan rencana Kongres Luar Biasa (KLB) untuk menentukan struktur kepengurusan yang baru malah direncanakan akan digelar pada Kongres tahunan PSSI, Januari 2020.
"Keputusan itu salah. Kalau 2020 akan memberikan kesempatan kepada mafia-mafia bola ini untuk terus menjalankan aksinya. Apalagi Liga juga akan bergulir sebentar lagi," kesal Umuh, Senin (6/5/2019).
Umuh meminta KLB yang akan bergulir pada 13 Juli membahas soal struktural kepengurusan PSSI yang baru. Tidak hanya merevisi statuta PSSI, mengubah kode pemilihan PSSI, dan memilih anggota baru untuk Komite Pemilihan (KP) serta Komite Banding Pemilihan (KBP) saja.
"Paling telat Juli harus harus sudah selesai. Jangan diberikan lagi kesempatan mereka untuk memimpin Liga. Itu kan orang bermasalah dan sudah terbukti," tegasnya.
Kalau perlu, lanjut Umuh, Liga 1 2019 yang rencananya akan mulai digulirkan 15 Mei tidak perlu digelar lebih dulu sebelum kepengurusan PSSI berubah.
"Kalau bisa Liga ditolak dulu sebelum selesai. Ini bukan masalah kecil, tapi masalah besar. Jadi harus dibenahi dulu, KLB dulu. Kalau semua selesai, semua aman, baru gulirkan Liga. Kalau Liga berhalan, eks pengurus masih berjalan, sama saja dengan bohong," pungkasnya.
Sebelumnya, Rapat Komite Eksekutif (Exco) PSSI di Kantor PSSI, FX Sudirman, Jakarta Pusat, Kamis (2/5/2019) lalu, membuahkan keputusan PSSI telah menentukan tanggal untuk KLB.
KLB direncanakan bakal bergulir pada 13 Juli 2019. Lokasinya masih belum diputuskan. Ada tiga pembahasan di KLB. Pembahasan pertama merevisi Statuta PSSI, kemudian mengubah kode pemilihan PSSI, dan yang ketiga memilih anggota baru untuk Komite Pemilihan (KP) serta Komite Banding Pemilihan (KBP).
"Pelaksanaan KLB ini sesuai dengan saran dan masukan dari FIFA yang disampaikan ke PSSI melalui surat resminya tertanggal 24 April 2019 yang ditandatangani Sekretaris Jenderal FIFA. PSSI secara intens berkomunikasi dengan FIFA, tak hanya terkait soal KLB, tetapi juga program dan masalah organisasi lainnya," ujar Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum PSSI, Iwan Budianto, seperti dikutip dari laman PSSI.(Muhammad Ginanjar)
Editor : JakaPermana

