Keren, Dua Politisi Kota Bogor Main Filim Horor

Dua orang politisi Kota Bogor mendadak menjadi kameo bintang utama dalam satu scene film horor layar lebar hantu di rumah kos.

Keren, Dua Politisi Kota Bogor Main Filim Horor
foto: INILAH/Rizky Mauludi

INILAH, Bogor - Dua orang politisi Kota Bogor mendadak menjadi kameo bintang utama dalam satu scene film horor layar lebar hantu di rumah kos.

Hal ini berbanding terbalik dengan tren yang sudah lumrah di Indonesia yaitu artis menjadi politisi. Diketahui keduanya berperan sebagai dosen dalam film horor dengan gaya baru, mereka juga mendapat beberapa dialog dalam satu scene tersebut.

Wakil Ketua DPRD Kota Bogor Jenal Mutaqin mengatakan, dirinya mendukung film horor yang berlatar belakang tempat di Kota Bogor, dirinya berperan sebagai dosen. Meski menjadi bintang utama, tetapi memang dialog yang disuguhkan tidak begitu banyak, kurang lebih ketika di kampus itu dirinya lewat dihadapan para mahasiswa dan banyak yang menyapa. 

"Ada sedikit dialog dengan mahasiswa dan mahasiswi. Nah ini, seharusnya apabila ada film yang syuting di Kota Bogor perlu adanya keterlibatan pejabat menjadi pemeran dalam film sehingga dalam perizinan bisa bantu juga bisa menambah promosi icon Kota Bogor," ungkap Jenal kepada wartawan saat menggelar pressconfrence film Hantu di rumah kos di Foresthree pada Kamis (19/12/2019) siang.

Ditempat yang sama, Ketua Komisi I DPRD Safrudin Bima yang juga ikut menjadi aktor, mengatakan, jadi begini pertama kenapa dirinya dan Jenal Mutaqin ada didalam film horor layar lebar, karena ini mengekploitasi hal-hal yang ada di Kota Bogor. Ini bagian dari icon kota hujan, sehingga DPRD mensupport itu. Peran dirinya juga ada dialoganya, dengan peran menjadi dosen disitu.

"Syuting banyak di Rengganis dan kampus tapi kan ada Lawang Salapan dan Tugu Kujang. Bisa makin booming icon Kota Bogor ini. Sehari-hari saya basic nya dosen jadi tidak terlalu sulit, saya berperan menjadi Dosen Dadang. Rasanya mudah-mudahan kami tidak menggangu produksi film ini," ungkapnya sambil tersenyum lebar.

Sementara itu, Produser Pelaksana film hantu di rumah kos, Adi Yasa mengatakan, cerita film horor ini dari sebuah novel ditulis oleh Dini W Tamam dan Erby S. Jadi ini menceritakan kisah seorang mahasiswa yang baru lulus sekolah bernama Renata dan dia orang Sumatera. Renata melanjutkan kuliah di Bogor Universitas Pakuan setibanya di rumah kos, ternyata banyak misterinya.

"Ini film horornya berbeda bukan hanya penampakan, ini cuman mengagetkan hantunya. Wajah hantunya seperti kuntilanak, rambut panjang muka putih. Nanti dilihat penjaga kost dan lainnya ternyata hantu," ungkapnya.

Adi menjelaskan, banyak adegan yang dilakukan pastinya di wisma Rengganis, tempat kos yang disebut horor. Pemeran dalam film cukup banyak, karena ini Production House (PH) Jakarta dan masuk ke Kota Bogor harus ada komunikasi yang baik serta perlu dukungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor. Karena ada adegan landscape dengan drone, kemudian di shoot Taman Kencana seputaran Sistem Satu Arah (SSA) dan Lawang Salapan.

"Untuk anggota DPRD Kota Bogor dalam film ini adalah kameo, kameo itu bintang utama yang tampil hanya satu scene dengan durasi kurang lebih satu sampai lima menit. Kameo kami cuman dua yaitu bapak Jaenal Mutaqin dan Safrudin Bima. Berhubung situasi banyaknya di kampus, mereka jadi dosen. Targetnya 10 hari syuting dan insya Allah April Mei paling telat Juni bisa masuk ke 21 Cinema. Artis yang saya datangkan Davina Karamoy, Rendy Ramadhani, Dita Pricilla dan pemain senior Yanti Surachman, Piet Pagau dan Lutfi Hakim. Kami juga melibatkan mahasiswa dan mahasiswi dari Universitas Pakuan (Unpak) agar mengetahui dunia perfilman," pungkasnya. (Rizky Mauludi)


Editor : JakaPermana