Ketika Anak-anak Mangkubumi Asyik Merajut Mimpi
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Tasikmalaya- Satu tahun perjalanan Sekolah Rakyat Terintegrasi 41 Kota Tasikmalaya ditandai dengan gelaran Sambara Karya 2026 di Jalan Suaka, Kelurahan Sambongpari, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, Kamis (8/10).
Suasana di gedung sekolah siang itu terasa berbeda.
Gelak tawa dan riuh tepuk tangan anak-anak memecah keheningan.
Sekolah Rakyat Terintegrasi 41 Kota Tasikmalaya genap berusia satu tahun.
Sebuah perjalanan singkat yang dirayakan bukan dengan kemewahan, melainkan lewat panggung sederhana bertajuk “Sambara Karya 2026”.
Di atas panggung, seorang anak berdiri tegak.
Dengan suara yang sedikit bergetar namun penuh percaya diri, ia menyampaikan pidato dalam tiga bahasa bergantian.
Di sudut lain, jemarijemari kecil memamerkan hasil kerajinan tangan yang mereka buat selama setahun terakhir.
Bagi anak-anak ini, “Sambara Karya” bukan sekadar pameran nilai, melainkan ruang pembuktian bahwa mereka juga bisa, mereka juga mampu bertumbuh dan melangkah menuju masa depan.
Hadir di tengah-tengah kebahagiaan itu, Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, tidak bisa menyembunyikan rasa bangganya.
Ia melihat langsung bagaimana sekolah yang awalnya digagas dengan kesederhanaan ini, kini mulai memetik buah manis.
“Satu tahun Sekolah Rakyat Terintegrasi 41 Kota Tasikmalaya, alhamdulillah semuanya bisa mencetak generasi-generasi, SDM yang keren, unggul. Tadi diperlihatkan juga karyakaryanya seperti apa,” ujar Viman hangat.
Menurut Viman, keberadaan Sekolah Rakyat diharapkan menjadi bagian dari upaya memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan.
Karena itu, Pemerintah Kota Tasikmalaya berkomitmen melanjutkan pengembangan sekolah tersebut melalui pembangunan fasilitas permanen.
Selain pembangunan sekolah permanen, Pemkot Tasikmalaya juga akan mendukung kebutuhan fasilitas penunjang pendidikan, termasuk perpustakaan.
Pasalnya, sekolah tersebut mendapat dukungan sekitar 3.000 buku dari Perpustakaan Nasional.
(nunung nurohman)
Editor : Inilahkoran
