Ketua F-PKS Kota Bandung Dorong Program UHC BPJS Kesehatan Berjalan Lebih Maksimal

Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS) yang juga anggota Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bandung Iman Lestariyono tengah berupaya mendorong program Universal Health Care (UHC) dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dapat berjalan lebih maksimal.

Ketua F-PKS Kota Bandung Dorong Program UHC BPJS Kesehatan Berjalan Lebih Maksimal

INILAH, Bandung – Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS) yang juga anggota Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bandung Iman Lestariyono tengah berupaya mendorong program Universal Health Care (UHC) dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dapat berjalan lebih maksimal.

Dia mengatakan, sejauh ini program jaminan BPJS kesehatan kelas 3 masih belum efektif, karena masih rendahnya kesadaran masyarakat dalam membayar iuran sehingga berdampak pada beban pemerintah kepada rumah sakit dan fasilitas kesehatan lain yang kian membengkak. Hal tersebut tentu saja berpengaruh dengan pelayanan terhadap masyarakat.

“Saya ingin melakukan survei, sejauh mana dukungan dan kepedulian masyarakat terhadap program UHC yang dibayarkan pemerintah Kota Bandung. Pendidikan, kesehatan, perumahan, kesejahteraan dan perbaikan infrastruktur merupakan bagian dari urusan wajib pelayanan dasar. Beban pemerintah yang berat, pastinya akan mengurangi kemampuannya dalam public service, khususnya pemenuhan pelayanan dasar,” ujar Iman kepada INILAH, Kamis (27/8/2020).

“UHC adalah konsep reformasi pelayanan kesehatan yang mencakup perlindungan kesehatan. Mulai dari pelayanan sederhana sampai pelayanan berbiaya mahal. Dalam pelayanan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif,” sambungnya.

Iman berharap, masyarakat dapat lebih peduli dan turut berperan aktif dalam program tersebut, sehingga dapat meringankan beban warga yang kurang mampu untuk menikmati jaminan kesehatan, tanpa khawatir biaya pengobatan yang mahal. Ini tentu saja dapat membantu meringankan beban pemerintah, sehingga dapat lebih maksimal dalam memberikan pelayanan publik.

“Bagaimana jika anda, keluarga atau tetangga ada yang tidak mampu dan harus membayar tindakan medis yang mahal? Sebagai ilustrasi sederhana, seorang calon ayah yang sudah menabung untuk persiapan kelahiran istrinya di bidan. Tiba-tiba karena ada kelainan di janinnya harus di operasi sesar dengan biaya tidak kurang dari 10 juta. Tentunya tabungan tadi menjadi tidak cukup. Bagaimana juga ada warga yang tiba-tiba harus cuci darah atau lain-lain? Awalnya keluarga tersebut mampu, tapi karena musibah penyakit yang berat menjadi tidak mampu,” contoh Iman.

Pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini kata dia, diharapkan dapat menjadi dorongan kepada masyarakat untuk saling peduli dan bahu membahu membantu sesama, agar dapat menimbulkan rasa aman dan nyaman terkait kesehatan. Mengingat, dampak yang ditimbulkan akibat musibah tersebut melibas semua pihak.

Iman pun juga meminta kepada pemerintah, agar tetap optimistis dalam menyikapi persoalan yang terjadi saat ini. Sehingga program-program yang direncanakan, dapat berjalan sesuai harapan dan tentu saja membutuhkan peran serta dari masyarakat.

“Musibah Covid-19 ini selain berdampak pada kesehatan, juga berpengaruh dengan yang lain. Kami dari Fraksi PKS DPRD Kota Bandung saat ini sedang mendorong pemerintah dan kita semua untuk tetap optimistis. Berdoa dan bahu membahu agar musibah Covid-19 ini bisa kita lalui bersama dan berakhir dengan kebaikan. Walaupun berat bagi pemerintah untuk memenuhi semua layanan dasar warga, tapi untuk UHC yang membutuhkan alokasi dana sekitar Rp 200 Milyar dan dalam dua tahun ini sudah berjalan harus tetap berlanjut dan dianggarkan,” tandasnya. (Yuliantono)


Editor : Doni Ramdhani