Kinerja PT Bestprofit Futures Melejit 42,16 Persen di Kuartal III

PT Bestprofit Futures (BPF) membukukan total volume transaksi sebesar 830.395 lot atau naik 42,16 persen pada kuartal III 2019 bila dibandingkan 2018 pada posisi yang sama.

Kinerja PT Bestprofit Futures Melejit 42,16 Persen di Kuartal III
Chief Business Officer BPF Ani Sofiarni. (Yogo Triastopo)

INILAH, Bandung - PT Bestprofit Futures (BPF) membukukan total volume transaksi sebesar 830.395 lot atau naik 42,16 persen pada kuartal III 2019 bila dibandingkan 2018 pada posisi yang sama.

Chief Business Officer BPF Ani Sofiarni mengatakan, volume transaksi bilateral masih menjadi katalis utama sebesar 757.097 lot atau memberikan kontribusi sebesar 91,17 persen.

“Seluruh pencapaian ini cukup memuaskan. Kami yakin sampai akhir tahun kinerja BPF akan melesat sesuai ekspektasi. Tentunya semua berkat kerja sama dan dukungan dari para karyawan, nasabah, dan stakeholder,” kata Ani pada Kamis (24/10/2019).

Menurut dia, berdasarkan data Bursa Berjangka Jakarta, saat ini BPF menempati urutan ke dua teratas dari lima perusahaan pialang berjangka terbesar nasional. Total pangsa pasar BPF mencapai 13,39 persen. Tentunya, disebut dia, catatan prestasi ini tidak akan berhenti hingga menjadi nomor satu di industri perdagangan berjangka komoditi Indonesia.

“Laporan perseroan juga mencatat total nasabah baru hingga September 2019 mencapai 2.076 yang artinya mengalami peningkatan sebesar 26,20 persen dibanding tahun sebelumnya,” ucapnya.

BPF, sambung dia, akan terus melebarkan ekspansi layanan investasi berjangka di seluruh Indonesia yang kini tersebar di Jakarta, Bandung, Malang, Surabaya, Medan, Pekanbaru, Jambi, Pontianak, dan Banjarmasin.

Guna meningkatkan pelayanan, Ani Sofiarni menambahkan, BPF disempurnakan fasilitas layanan Sistem Informasi Transaksi Nasabah (SITNA) dari PT Kliring Berjangka Indonesia dan PT Bursa Berjangka Jakarta. “Peluang di akhir tahun ini, target di awal sebesar 20 persen untuk total volume transaksi dan jumlah nasabah baru kami yakini akan tercapai seiring ekonomi global yang mulai membaik,” ujarnya.

Sementara itu, PT BPF Cabang Bandung mengantongi pertumbuhan jumlah nasabah baru sebesar 75,86 persen menjadi 102 nasabah dibanding September 2018. Atas pencapaian ini, Pimpinan Cabang BPF Bandung Ida Widaeni mengatakan BPF Bandung menjadi jawara untuk cabang BPF di luar Jakarta dari sisi peningkatan jumlah nasabah baru.

“Target wilayah prospek kami hampir mencakup seluruh wilayah Jawa Barat. Kami fokus pada kantong-kantong wilayah potensial seperti Cirebon, Garut, Bogor, dan Sukabumi,” kata Ida.

Menurut dia, strategi BPF Bandung  adalah menjaga kualitas nasabah baik dari sisi profil maupun layanan pelayanan cabang. Nasabah BPF tentu yang memiliki kemampuan finansial mapan.

“Dengan fokus pada kualitas profil dan pelayanan, kami berharap tingkat kepuasan nasabah BPF Bandung akan mencapai 80 persen lebih dan mereka bisa menjadi duta BPF untuk merekomendasikan kami kepada calon nasabah lain,” ucapnya.

Ida menuturkan, total volume transaksi BPF Bandung hingga kuartal III 2019 mencapai 33.237 lot atau 34,38 persen dibanding tahun lalu pada posisi yang sama sebesar 24.734 lot.

Produk bilateral atau sistem perdagangan alternatif memberikan kontribusi terbesar dengan porsi 28.953 lot dibandingkan total volume transaksi produk multilateral sebesar 4.284 lot.

“Target kami dalam lima tahun ke depan adalah menjadi kantor cabang terbaik dari sisi pertumbuhan nasabah baru dan volume transaksi dengan pertumbuhan di atas 70 persen,” pungkasnya. (Yogo Triastopo)


Editor : suroprapanca