Kombinasi Rob dan Hujan Lebat Picu Banjir Meluas di Subang, BPBD Fokus Percepatan Penanganan
Banjir yang melanda Subang pada Kamis 4 Desember 2025 tak hanya dipicu air pasang laut di kawasan utara. Sejumlah wilayah lain di Subang juga dilaporkan terendam akibat hujan berintensitas tinggi yang terjadi pada hari yang sama.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID – Banjir yang melanda subang pada Kamis 4 Desember 2025 tak hanya dipicu air pasang laut di kawasan utara. Sejumlah wilayah lain di Subang juga dilaporkan terendam akibat hujan berintensitas tinggi yang terjadi pada hari yang sama.
Hingga Jumat 5 Desember 2025, banjir masih merendam permukiman warga di beberapa kecamatan di Kabupaten Subang.
BPBD Jawa Barat melaporkan banjir menimpa Desa Mayangan dan Desa Legonwetan di Kecamatan Legonkulon yang terdampak rob. Sementara luapan air hujan menggenangi Desa Patimban di Kecamatan Pusakanagara, Desa Muara di Kecamatan Blanakan, serta Desa Mayang di Kecamatan Cisalak.
Ratusan rumah terendam di sejumlah dusun yang tersebar di lokasi terdampak seperti Krajan, Pondok Bali, Tegalsari, hingga Kampung Cibogo. Data sementara menunjukkan 266 rumah terendam di Desa Mayangan dan 487 rumah di Desa Legonwetan.
Di Desa Patimban terdata 70 rumah terendam, kemudian 27 rumah di Desa Muara. Di Desa Mayang, banjir menimbulkan kerusakan bangunan dengan 6 rumah rusak berat, 24 rusak sedang, dan 34 rusak ringan.
Warga terdampak tercatat dalam jumlah besar. Di Desa Mayangan ada 347 kepala keluarga terdampak, di Desa Legonwetan sebanyak 813 kepala keluarga, di Desa Patimban 260 jiwa, dan di Desa Muara 129 jiwa. Di Desa Mayang 192 jiwa terdampak dan di antaranya 47 jiwa mengungsi karena kondisi rumah tidak aman ditempati.
Pranata Humas BPBD Jawa Barat, Hadi Rahmat, mengatakan pihaknya masih melakukan asesmen lanjutan untuk menghimpun data terbaru mengenai dampak banjir. Menurutnya, koordinasi lintas instansi terus berjalan untuk memastikan kebutuhan warga bisa segera ditangani.
“Tim di lapangan terus melakukan pendataan dan asesmen untuk memastikan kebutuhan warga terpenuhi serta langkah penanganan yang diperlukan,” ujar Hadi saat dikonfirmasi, Jumat 5 Desember 2025.
BPBD menyoroti adanya kenaikan dampak di wilayah Kecamatan Pusakanagara, Blanakan, dan Cisalak yang kini menjadi fokus monitoring tambahan karena banjir belum surut sepenuhnya.
Pendataan lanjutan masih berlangsung untuk memperbarui informasi mengenai kondisi terkini di setiap desa terdampak. BPBD juga mengimbau warga tetap waspada mengingat cuaca dalam beberapa hari ke depan masih berpotensi memicu genangan susulan.
Editor : Ahmad Sayuti
