BMKG Waspadai Gelombang 4 Meter dan Banjir Rob di 10 Provinsi
BMKG mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi 2,5-4 meter dan potensi banjir rob di 10 provinsi Indonesia.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang tinggi mencapai 2,5 hingga 4 meter serta ancaman banjir rob di sejumlah wilayah Indonesia pada Selasa.
Prakirawan BMKG Medayu Bestari mengimbau masyarakat pesisir dan pelaku transportasi laut meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak kondisi cuaca tersebut.
"Angin di Indonesia umumnya bertiup antara 5 hingga 25 knot, memicu gelombang tinggi 2,5 meter hingga 4 meter di Samudra Hindia barat Aceh hingga selatan Banten, Samudra Hindia selatan Jawa Tengah hingga Jawa Timur, serta selatan Nusa Tenggara Barat," kata Medayu dalam siaran pembaruan informasi cuaca di Jakarta, Selasa.
Selain gelombang tinggi, BMKG memprakirakan fenomena pasang air laut atau banjir rob berpotensi melanda 10 provinsi.
Wilayah yang berpotensi terdampak banjir rob meliputi pesisir Sumatera Utara, Banten, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, hingga Maluku.
BMKG juga memantau kemunculan Bibit Siklon Tropis 92W di Laut Andaman, pesisir Myanmar. Fenomena tersebut berpotensi meningkatkan pembentukan awan hujan di perairan utara Aceh.
Sementara itu, pelaku transportasi udara juga diminta mewaspadai potensi awan cumulonimbus yang dapat muncul di sekitar Sumatera bagian barat, Samudra Hindia barat Indonesia, serta wilayah Papua bagian tengah.
Untuk kondisi cuaca sejumlah kota besar, BMKG memprakirakan hujan ringan berpotensi terjadi di Palu, Serang, dan Bandung.
Cuaca cerah berawan diprakirakan terjadi di Jakarta, Semarang, dan Surabaya. Sementara Yogyakarta, Denpasar, Mataram, Kupang, Gorontalo, Mamuju, Makassar, dan Kendari berpotensi mengalami cuaca berawan tebal.
Di wilayah daratan, kondisi kering masih mendominasi sejumlah daerah. Kondisi tersebut meningkatkan risiko kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan, khususnya di Banjarmasin, Palangkaraya, dan Samarinda.
Meski demikian, hujan lebat lokal masih berpeluang terjadi di sejumlah titik sehingga masyarakat tetap diminta mencermati perkembangan cuaca di wilayah masing-masing.
BMKG mengimbau masyarakat untuk aktif memperbarui informasi cuaca secara berkala melalui kanal resmi BMKG sebelum melakukan aktivitas di luar rumah.
Masyarakat juga dapat mengakses informasi cuaca melalui aplikasi Info BMKG untuk memperoleh pembaruan kondisi cuaca dan peringatan dini secara berkala.***
Editor : JakaPermana

