Qatar Bawa Gagasan Baru Iran ke AS, Bahas Syarat Pembukaan Selat Hormuz

Qatar akan menyampaikan gagasan baru Iran kepada AS terkait persyaratan pembukaan kembali Selat Hormuz, kata Menlu Iran Abbas Araghchi.

Qatar Bawa Gagasan Baru Iran ke AS, Bahas Syarat Pembukaan Selat Hormuz
ilustrasi/net

INILAHKORAN.ID – Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan Qatar akan menyampaikan sejumlah gagasan baru kepada Amerika Serikat (AS) terkait upaya memenuhi persyaratan Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz.

Gagasan tersebut sebelumnya telah dibahas antara Qatar dan Teheran. Menurut Araghchi, Qatar selanjutnya akan meneruskannya kepada pihak AS untuk mendapatkan tanggapan Washington.

Pernyataan itu disampaikan Araghchi kepada wartawan Iran di New York, Senin (28/9/2026). Ia mengatakan dirinya kembali bertemu dengan pihak Qatar untuk membahas berbagai kemungkinan yang dapat memfasilitasi pelaksanaan persyaratan yang diajukan Teheran. (reuters.com)

“Mereka memiliki gagasan, dan kami membahas bagaimana cara untuk memenuhi syarat-syarat Iran serta bagaimana syarat-syarat tersebut dapat dipenuhi,” kata Araghchi, sebagaimana dikutip kantor berita resmi Iran IRNA.

Menurut Araghchi, gagasan tersebut kini akan disampaikan kepada Washington. Setelah itu, tanggapan akhir dari pemerintah AS akan diteruskan kepada Teheran melalui mediator.

“Saya berharap hal ini akan terjadi paling lambat besok,” tambahnya.

Araghchi mengatakan dirinya akan segera meninggalkan New York menuju Teheran. Qatar, kata dia, akan menyampaikan tanggapan AS kepada Iran setelah posisi Washington diterima.

Ia menambahkan, komunikasi melalui Qatar dan Pakistan terus berlangsung. Menurutnya, komunikasi tersebut menjadi semakin serius setelah Iran mengajukan proposal terbaru terkait upaya mengakhiri konflik dan membuka kembali Selat Hormuz.

Sebelumnya, Iran telah menyampaikan proposal tujuh hari melalui mediator. Reuters melaporkan pembicaraan yang melibatkan mediator Qatar diperkirakan berfokus pada versi yang telah diamendemen dari proposal tersebut. (reuters.com)

Dalam proposal tersebut, Iran mengaitkan pembukaan kembali Selat Hormuz dengan sejumlah persyaratan yang diajukannya kepada AS. Araghchi sebelumnya mengatakan Iran masih menunggu posisi final Washington yang disampaikan melalui mediator. (aa.com.tr)

Araghchi juga mengatakan Teheran memanfaatkan berbagai pertemuan di New York untuk menjelaskan kepada Washington dan masyarakat internasional mengenai persyaratan yang menurut Iran harus dipenuhi agar Selat Hormuz dapat kembali dibuka.

Menurutnya, jalur komunikasi melalui mediator tetap menjadi bagian dari upaya diplomatik Iran dalam mencari penyelesaian konflik.

Hingga Senin, belum ada kesepakatan final antara Washington dan Teheran mengenai persyaratan pembukaan kembali Selat Hormuz. Pembahasan melalui mediator masih berlangsung.***


Editor : JakaPermana