Tiga Tahun Hidup di Atas Air, Warga Ambulu Mulai Kehilangan Harapan
Warga Desa Ambulu mulai kehilangan harapan pasalnya sudah lama kawasan tersebut jadi langganan banjir rob
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - banjir rob yang terus menerjang Desa Ambulu, Kecamatan Losari, Kabupaten Cirebon, berubah menjadi bencana tanpa jeda bagi warga pesisir. Selama lebih dari tiga tahun, ratusan rumah tak pernah benar-benar kering akibat genangan air laut yang datang hampir setiap hari.
Salah seorang warga terdampak, Salman Alfarisi, mengaku keluarganya hidup dalam kondisi memprihatinkan sejak rob besar melanda pada 2022. Rumah yang ditempatinya bersama orang tua dan adiknya hingga kini masih terendam air setinggi sekitar 70 sentimeter.
“Rumah kami tidak pernah benar-benar kering selama tiga tahun lebih. Air rob datang terus setiap hari. Kadang surut sedikit, tapi naik lagi,” ujar Salman, Rabu (27/5/2026).
Kondisi rumah yang lebih rendah dari permukaan sekitar membuat air terus mengendap di dalam bangunan. Akibatnya, aktivitas sehari-hari keluarga Salman berlangsung di tengah genangan.
Dia mengaku, keluarganya terpaksa tidur di atas ranjang yang dikelilingi air rob setiap malam.
“Saya tidur berempat sama orang tua dan adik. Aktivitas tidur benar-benar di atas air,” akunya.
Walau tetap bekerja sebagai guru honorer, Salman mengaku tekanan hidup akibat rob berkepanjangan mulai memengaruhi kondisi mental warga.
“Kalau ditanya keluhan, mental warga memang sudah kena. Karena setiap hari hidup seperti ini terus dan sampai sekarang belum ada solusi nyata,” tuturnya.
Menurut Salman, air rob biasanya mulai naik pada sore hingga malam hari. Meski sempat surut, air kerap kembali masuk akibat pasang laut maupun faktor cuaca.
“Kadang sudah surut, malam naik lagi. Akhirnya rumah orang tua saya selama tiga tahun lebih tidak pernah kering,” ujarnya.
Sedangkan Kuwu Desa Ambulu, Sunaji, menyebut kondisi yang dialami warganya sudah masuk kategori darurat. Ia mengatakan banjir rob di Ambulu bukan lagi bencana musiman, melainkan ancaman permanen yang menghantam kehidupan masyarakat setiap hari.
“Kalau mendengar cerita warga yang rumahnya terendam setiap hari selama tiga tahun lebih, tentu sangat sedih. Warga kami hidup bersama bencana tanpa jeda,” kata Sunaji.
Berdasarkan data pemerintah desa, jumlah penduduk Ambulu mencapai sekitar 8.500 jiwa. Dari jumlah tersebut, sekitar 60 persen terdampak banjir rob. Sedikitnya 1.850 rumah berada di kawasan terdampak genangan air laut.
Sunaji menilai penanganan rob di Ambulu tidak bisa lagi dilakukan secara parsial. Dia meminta pemerintah daerah hingga pusat turun tangan secara serius untuk menyelamatkan wilayah pesisir tersebut.
“Ini bukan lagi persoalan biasa. Ambulu butuh penanganan besar dan cepat karena dampaknya sudah ke ekonomi, lingkungan, sampai kesehatan mental warga,” tukasnya.
Editor : Ahmad Sayuti


