Jadi Langganan Banjir Rob, Wabup Cirebon Janjikan Bangun Giant Sea Wall di Ambulu
Wabup Cirebon menjanjikan pembangunan giant swa wall di Desa Ambulu Losari akibat sering diterjang banjir rob
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Pemerintah Kabupaten Cirebon berjanji akan mengupayakan pembangunan giant sea wall untuk menangani banjir rob yang selama bertahun-tahun melanda Desa Ambulu, Kecamatan Losari, Kabupaten Cirebon.
Komitmen tersebut disampaikan Wakil Bupati Cirebon, Agus Kurniawan Budiman (Jigus) saat menerima audiensi warga Ambulu di Kantor Bupati Cirebon, Senin 25 Mei 2026.
Menurut Jigus, persoalan rob di Ambulu kini menjadi perhatian serius pemerintah daerah dan akan dikoordinasikan hingga ke pemerintah pusat.
“Ini menjadi perhatian pemerintah daerah. Kami berharap pemerintah provinsi dan pusat juga ikut mengupayakan penanganannya. Harapannya bisa dibangun giant seawall untuk menahan rob di Desa Ambulu,” ujar Jigus.
Dia mengungkapkan, Pemkab Cirebon sebelumnya sudah berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terkait penanganan banjir rob tersebut. Dari hasil koordinasi itu, pemerintah daerah diarahkan untuk berkomunikasi dengan badan otorita yang menangani program giant seawall nasional.
Selain itu, Pemkab Cirebon juga akan mempelajari pola penanganan rob yang dilakukan di Kabupaten Indramayu sebagai bahan mencari solusi untuk kawasan pesisir Ambulu.
“Kami akan belajar dari penanganan rob di Indramayu agar bisa diterapkan di Ambulu sesuai kondisi wilayahnya,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Jigus juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Ambulu atas kondisi yang selama ini dialami warga akibat banjir rob berkepanjangan.
“Kami atas nama pemerintah daerah memohon maaf kepada masyarakat Desa Ambulu,” ucapnya.
Menurutnya, berdasarkan data pemerintah daerah, sekitar 750 hektare lahan terdampak banjir rob dari total 1.200 hektare wilayah yang ada di kawasan tersebut.
“Nantinya akan dilakukan pemetaan oleh Perkim. Kami juga akan berkoordinasi dengan Bapenda terkait kemungkinan adanya kebijakan pajak atau pemutihan bagi masyarakat terdampak,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Eni Suhaeni, mengatakan banjir rob juga mulai berdampak terhadap kondisi kesehatan warga.
Dia menyebutkan, pada 11 Mei 2026 tercatat sebanyak 44 kunjungan warga dengan berbagai keluhan penyakit akibat kondisi lingkungan yang terdampak rob.
“Keluhannya mulai dari hipertensi, gatal-gatal, demam, pegal hingga pusing. Kami siap memberikan pelayanan kesehatan kapan pun masyarakat membutuhkan,” ujar Eni.
Editor : Ahmad Sayuti


