Bertahun-tahun Kuwu dan Warga Ambulu Cirebon Berjuang Hadapi Bencana Banjir Rob
Setiap tahun, ancaman banjir rob terus menghantui pesisir Desa Ambulu Kecamatan Losari Kabupaten Cirebon. Meskipun warga menderita, namun bertahun-tahun wilayah tersebut seperti sudah terbiasa menghadapi bencana banjir rob.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Setiap tahun, ancaman banjir rob terus menghantui pesisir Desa Ambulu Kecamatan Losari Kabupaten Cirebon. Meskipun warga menderita, namun bertahun-tahun wilayah tersebut seperti sudah terbiasa menghadapi bencana banjir rob.
Kondisi tersebut menjadi persoalan serius Kuwu Ambulu Sunaji dan seluruh warga desa. Bagi mereka, bencana banjir rob bukan sekadar bencana musiman, melainkan ancaman rutin yang menggerus kehidupan warga dan menuntut solusi permanen.
"Saya belum pernah lihat live D7 Dede April Indosiar. Yang kami pikirkan di sini ya bencana bajir rob karena sepertinya bencana ini tidak pernah ada yang mau mikiri," ungkap Sunaji, Minggu 4 Januari 2025.
Sunaji menjelaskan, sejak awal 2025, pemerintahan Desa Ambulu telah berupaya melakukan mitigasi. Pembangunan tanggul sepanjang 1,4 kilometer yang rampung pada Oktober 2025 menjadi salah satu ikhtiar nyata Pemdes. Namun, langkah itu belum cukup untuk menahan gempuran banjir rob karena keterbatasan anggaran.
Lalu, akunya, warga melakukan audiensi ke DPRD Kabupaten pada bulan Juli 2025, namun hasilnya nol besar. Kunjungan ke BNPB pun baru mendapat respons setelah dua kali datang ke Jakarta pada awal dan pertengahan Oktober 2025.
Tidak berhenti di jalur birokrasi, Kuwu Sunaji bersama komunitas bisnis, praktisi dan akademisi aktif mengikuti forum investasi. Mulai dari tingkat nasional, Jawa Barat, hingga Cirebon, semua ditempuh demi menarik perhatian pejabat.
"Harapannya sederhana, agar suara warga Ambulu terdengar di meja pengambil kebijakan. Tapi sampai sekarang masih nihil," akunya kecewa.
Namun, puncak perjuangan terjadi pada Senin 7 Desember 2025. Saat itu, Desa Ambulu kedatangan lima pejabat dari kementerian berbeda. Mereka berasal dari Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Kemenko Ekonomi, Bappenas, Kementerian PUPR, serta Badan Otorita Pengelola Pantura.
“Setelah perjuangan panjang, tugas terakhir kita berdoa agar hati mereka terketuk untuk segera membangun tanggul laut Ambulu. Semoga Allah SWT mengabulkan keinginan kita,” ujar Sunaji penuh harap.
Meskipun mitigasi bencana sudah dilakukan maksimal ditengah ancaman banjir rob, menurutnya harus ada sisi religi yang harus dilakukan. Dia dan warga percaya, kekuatan doa masyarakat Ambulu yang sering menderita, mampu mengetuk hati pejabat dan memberikan perhatian serius pada wilayah mereka.
"Sekarang warga Ambulu menunggu langkah nyata pemerintah pusat. Harapan kami sederhana untuk terbebas dari ancaman rob, sehingga kehidupan masyarakat bisa kembali tenang dan produktif," tukasnya.
Editor : Doni Ramdhani

